Sejarah GKJW Jemaat Pacitan

0 126

GKJW Jemaat Pacitan

Persekutuan orang Kristen di wilayah Pacitan mulai ada semenjak tahun 1957 dengan hadirnya 4 orang pendatang dari wilayah Jawa Tengah. Para pendatang ini berstatus sebagai pegawai negeri yang bertugas di wilayah Pacitan sebagai guru dan juga pegawai pemerintahan. Mereka adalah Bp. Bp. Sarsono Prapto Raharjo, Bapak Wiro Kartono, Bapak Supardi Adi Pranoto dan Bapak Kasimin.

Sebagai sesama pendatang yang beragama Kristen mereka sering melakukan persekutuan bersama. Isi persekutuan itu adalah membaca dan menelaah Alkitab yang dikoordinir oleh Bp. Sarsono Prapto Raharjo. Tempat kegiatan persekutuan kecil ini berpindah-pindah dan bergilir diantara keempat orang tersebut. Persekutuan yang terbentuk bukan hanya semata dalam penelaahan Alkitab tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kini mereka menujukkan rasa persaudaraan yang kuat sehingga persekutuan itu menjelma menjadi keluarga yang akrab.

Berkat kesetiaan dan ketekunan mereka bersekutu maka ketika ada pendatang baru yang beragama Kristen maka segera ikut bergabung dalam persekutuan tersebut. Sampai dengan tahun 1966 warga Kristen di wilayah Pacitan tercatat 14 keluarga. Semenjak tahun 1966 inilah orang-orang Kristen di wilayah Pacitan pelayanan imannya diserahkan ke GKJW Jemaat Ponorogo. Persekutuan itu kini diberi nama GKJW Jemaat Ponorogo pepanthan Pacitan. Menyandang gelar sebagai pepnthan semakin menambah semangat persekutuan warga jemaatnya. Karena itulah mulai muncul kerinduan untuk memiliki tempat ibadah. Sejauh ini ibadah dilakukan berpindah-pindah dari rumah warga jemaatnya, namun semenjak dijadikan pepanthan maka kini mereka mulai merencanakan tempat ibadah menetap. Alhasil mereka berhasil mengontrak rumah diwilayh gerdon desa Pucangsewu.

Seiring dengan berkembangnya Pacitan maka pendatang yang beragama Kristenpun semakin bertambah banyak. Terlebih ditahun 70-an pendatang yang beragama Kristen juga semakin bertambah walaupun mereka tersebar di seluruh wilayah Pacitan yang bergunug-gunung dan berjauhan satu dengan yang lainnya. Pendatang Kristen yang diwilayah Donorojo (Barat Pacitan) adalah keluarga Bp. Biso Sutrisno yang kemudian disusul oleh keluarga Bp. Sunarto W.S dan keluarga Bp. Sularno. Di wilayah Tulakan (wilayah Timur) keluarga Bp. Budi Wasono. Di wilayah Nawangan kel Bp. Sotikno. Sementara diwilayah kota Pacitan juga mengalami pertambahan warga karena banyaknya pendatang yang beragama Kristen. Diantara mereka adalah keluarga Bp. Slamet Hadi Subroto, keluarga Bp. Sudiono Putranto, keluarga Bp. L.W Darsono, keluarga Bp. Edy Soetjahjo dan beberapa keluarga lainnya.

Karena jarak tempat tinggal yang berjauhan dan sulitnya transportasi maka kegiatan persekutuan dilakukan di wilayah masing-masing. Bahkan untuk warga Kristen di wilayah Donorojo bergabung dengan GKJ Baturetno. Sesekali mereka bersekutu bersama di kota Pacitan karena persaudaraan yang terbangun diantara para pendatang tersebut. Perasaan senasib dan nyedulur menjadikan persekutuan pepanthan Pacitan tetap ada dan semakin berkembang. Melihat perkembangan inilah maka GKJW pada tahun 1974 ingin memberikan perhatian khusus dengan mengirim tenaga khusus yaitu seorang Guru Injil untuk melayani pepanthan Pacitan. Ini adalah bagian dari kegiatan penginjilan yang dilakukan oleh GKJW secara keseluruhan. Dan guru Injil yang ditempatkan di pepanthan Pacitan adalah G.I Muyaji.

Source http://mdmadiun.gkjw.or.id http://mdmadiun.gkjw.or.id/sejarah-jemaat/pacitan/?i=1
Comments
Loading...