Sejarah Gedung Vetor atau Gedung Controlleur Singkawang

0 8

Gedung Vetor atau Gedung Controlleur Singkawang

Gedung Vetor atau Gedung Controlleur Singkawang merupakan bangunan perkantoran pejabat Belanda yang mengurus tata pemerintahan dan teritorial pada era sistem afdeeling, yaitu sebuah wilayah administratif setingkat kabupaten.

Di masa kolonial, Singkawang merupakan sebuah Afdeeling (Afdeeling van Singkawang) yang membawahi Singkawang, Bengkayang, Pemangkat dan Sambas yang administratornya dipegang oleh seorang asisten residen.

Bangunan kolonial dengan kombinasi unsur lokal dengan bahan utama kayu, berdenah persegi panjang berlantaikan panggung berbahan kayu ulin (belian) tersebut masih kokoh berdiri hingga sekarang.

Gedung Vetor berdindingkan kayu ulin, berisi 6 ruangan dengan bukaan berupa jendela besar di setiap sisinya dan pintu besar pada bagian depan kiri dan kanan khas bangunan kolonial hindia Belanda.

Meski telah ada sejak 1920 bangunan tampak berdiri kokoh karena sering dirawat. Diantara keenam ruangan terdapat lorong dan berakhir di ujung ruangan yang berbentuk aula. Bentuk atap bertipe pelana dengan arsitektur tumpang di bagian depan berbahan (telah diganti) seng. Gedung Vetor menghadap ke arah matahari terbit, berhadapan dengan Mess Daerah Kota Singkawang.

Keberadaannya kini difungsikan sebagai kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Singkawang sejak tahun 2012.

Tidak banyak kantor pemerintahan di Indonesia yang memfungsikan langsung situs cagar budaya, menjadi tempat kerja.

Saat ditemui di Gedung Vetor, Kabid Budaya Disbudparpora Kota Singkawang, Norman mengatakan apabila sebuah bangunan tidak berpenghuni tentu akan rusak sepanjang tahun berganti.

“dengan proses berjalan, bertambah tahun apabila sebuah bangunan ditinggal otomatis akan mengalami kerusakan, termakan usia, dengan adanya orang istilahnya sirkulasi udara berganti dan otomatis akan terawat karena kita yang mendiaminya,” katanya.

Lanjutnya apabila sebuah rumah atau gedung telah lama tidak dihuni oleh manusia, selain tidak akan terawat bukan tidak mungkin ditinggali jin.

Source http://pontianak.tribunnews.com http://pontianak.tribunnews.com/2016/10/14/inilah-gedung-cagar-budaya-bersejarah-yang-masih-terawat-dengan-baik?page=2
Comments
Loading...