Sejarah Gedung Nasional Indonesia (GNI) Surabaya

0 35

Gedung Nasional Indonesia (GNI)

Salah satu bangunan bersejarah yang ada di Surabaya adalah Gedung Nasional Indonesia, yang berlokasi di Jalan Bubutan. Gedung ini dibangun atas inisiatif Dr. Soetomo sepulangnya dia dari menyelesaikan studi di Amsterdam dan menjadi saksi dari pergerakan pemuda-pemuda Indonesia di sana.

Pada tanggal 11 Juli 1924, Dr. Soetomo mendirikan sebuah perkumpulan bernama Indonesische Studiclub (IS) berkat pengalaman organisasinya di Belanda. Pada masa itu, rapat-rapat umum hanya dilaksanakan di bisokop dan sifatnya tidak teratur. Karena ketiadaan tempat rapat inilah, Dr. Soetomo berinisiatif untuk mendirikan Gedung Nasional Indonesia.

Ide dari Dr. Soetomo ini mendapat sambutan dari teman-teman seperjuangannya yang merupakan anggota dari IS seperti R.M.H. Soejono, R.P. Soenario Gondokoesoemo, R. Soendjoto, dan Achmad Jais. Akhirnya, pada tanggal 21 Juni 1930, di hadapan notaris H.W. Hasenberg, Surabaya (yang kemudian disahkan oleh Raad van Justitia Surabaya dan Hooggerechten Batavia) didirikanlah sebuah yayasan (stichting) dengan nama Stichting Gedung Nasional Indonesia.

Kepengurusan pertamanya adalah sebagai berikut:

Ketua              : Dr. Soetomo
Penulis            : R.P. Soenario Gondokoesoemo
Bendahara       : R.M.H. Soejono
Komisaris        : R. Soendjoto
Komisaris        : Achmad Jais

Modal awal didapatkan dari sumbangan para pendiri sebesar f. 10.000. Dana ini ditambah dengan uang hasil dari Pasar Derma Nasional yang dilaksanakan di Kranggan, yang salah satunya adalah cek sebesar f. 30.000 dari seorang tamu yang tak mau disebutkan namanya. Selain itu, sumbangan juga datang dari seluruh Indonesia. Banyak anak-anak kecil yang juga ikut menyerahkan celengannya secara langsung kepada Dr. Soetomo. Dan Cak Durasim yang menghibur dengan ludruknya pada Pasar Derma tersebut juga menolak menerima upah sebagai bentuk dukungan pendirian gedung ini.

Peletakan soko guru pendopo dilakukan oleh Dr. Soetomo selaku ketua pada tanggal 11 Juli 1930. Sementara itu, batu pertama pagar GNI dipasang oleh Kaum Isteri Indonesia pada tanggal 13 Juli 1930. Kini, gedung ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Source http://inilahsurabaya.blogspot.com http://inilahsurabaya.blogspot.com/2014/08/gedung-nasional-indonesia-gni.html
Comments
Loading...