Sejarah Gedung Marabunta Semarang

0 727

Lokasi Gedung Marabunta

Gedung Marabunta yang berlokasi di Jalan Cendrawasih 23, Semarang. Tak sulit menemukan bangunan tua bergaya arsitektur Belanda ini. Selain lokasinya yang cukup dekat dengan Gereja Blendhuk, patung semut raksasa yang menghiasi bagian atap gedung mudah dihafal dan menarik perhatian.

Sejarah Gedung Marabunta

Gedung ini berdiri sekitar tahun 1890 oleh Belanda, yang digunakan sebagai tempat pertunjukan opera dan cafeteria bernama Schouwburg. Disinilah keluarga Belanda menghabiskan akhir pekannya dengan menikmati pertunjukkan komedi, orchestra, pertunjukan balet dan sebagainya.

Bangunan ini sempat mengalami kerusakan akibat air rob dan roboh sehingga yang tersisa hanya sebagian dari banguanan aslinya.  Pada tahun 1956 Gedung Marabunta dikelola Yayasan Rumpun Diponegoro Kodam IV Diponegoro Semarang yang selanjutnya dijadikan kantor oleh PT. Marabunta Semarang. Dari sisa-sisa bangunan yang berhasil diselamatkan, Gedung Marabunta dibangun kembali disebelahnya sesuai dengan bentuk bangunan lama.

Pada tahun 1999 gedung ini pernah dijadikan café tempat kunjungan para importer asing yang datang ke Semarang. Oleh seorang Pengusaha, gedung ini dijadikan tempat persinggahan para importer asing yang datang ke Semarang.

Gedung yang dulunya tempat pertunjukan seni disulap menjadi sebuah café yang ramai dan terkenal kala itu. Menurut Bapak Paiman yang merupakan penjaga Gedung Marabunta, ketika para pengusaha asing datang ke Semarang, yang ada dibenak meraka adalah Café Marabunta. Namun sayangnya, café ini hanya bertahan selama 2 tahun saja mengingat situasi ekonomi yang sulit pada saat itu.

Bangunan Gedung Marabunta

Keunikan bangunan ini adalah pada dua patung semut raksasa yang berdiri  di sisi kanan dan kiri atap gedung. Arsitektur bagian depan gedung dengan pagar bernuansa klasik Belanda menambah keindahan bangunan ini. Teras bangunan tampak empat kolom tinggi menjualng khas arsitektur Eropa. Saat masuk ke dalam gedung pandangan kita benar-benar tertuju pada setiap sudut  ornament didalamnya yang bernuansa Klasik Eropa.

Gedung Marabunta (bagian dalam)

Kita terasa seperti didalam sebuah kapal yang terbalik, karena atap gedung  ini menyerupai perahu terbalik yang tersusun dari kayu berwarna coklat. Dibagian dinding gedung juga terdapat jarring-jaring kapal yang meintang. Untuk  memperkuat kesan seolah berada di sebuah kapal, pada sisi kanan depan ruang terdapat mini bar berbentuk kapal.

Source Gedung Marabunta Semarang
Comments
Loading...