situsbudaya.id

Sejarah Gedung Istana Bogor

0 58

Lokasi Gedung Istana Bogor

Istana Bogor terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 1 Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lokasi istana ini menyatu dengan Kebun Raya Bogor.

Gedung Istana Bogor

Berawal dari keinginan orang-orang Belanda yang bekerja di Batavia (kini Jakarta) untuk mencari tempat peristirahatan. Karena mereka beranggapan bahwa kota Batavia terlalu panas dan ramai, sehingga mereka perlu mencari tempat yang berhawa sejuk di luar Kota Batavia.

Gubernur Jenderal Belanda Gustaaf Willem Baron van Imhoff melakukan pencarian dan menemukan sebuah tempat yang baik dan strategis di sebuah kampung, yang bernama Kampung Baroe, pada tanggal 10 Agustus 1744.

Setahun kemudian, pada tahun 1745, Gubernur Jenderal G.W. Baron van Imhoff (1745-1750) memerintahkan pembangunan atas tempat pilihannya itu sebuah pesanggrahan yang diberi nama Butenzorg atau Sans Souci yang berarti “tanpa kekhawatiran.” Dia sendiri yang membuat sketsa bangunannya dengan mencontoh arsitektur Blenheim Palace, kediaman Duke of Malborough, dekat Kota Oxford di Inggris.

Proses pembangunan graha pesanggrahan Gubernur Jenderal di Buitenzorg tersebut akhirnya dilanjutkan oleh Gubernur Jenderal yang memerintah selanjutnya, yaitu Gubernur Jenderal Jacob Mossel yang masa dinasnya dari tahun 1750 hingga tahun 1761.

Kemudian pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Baron van der Capellen (1817-1826), dilakukan perubahan besar-besaran. Sebuah menara di tengah-tengah bangunan induk didirikan sehingga istana semakin megah. Sedangkan lahan di sekeliling istana dijadikan Kebun Raya (S’Lands Plantentuin) yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 18 Mei 1817.

Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), gedung istana ini juga sempat dikuasi oleh tentara Jepang. Usai Jepang menyerah kepada tentara Sekutu, Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Namun baru pada tahun 1949, ketika Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia (RI), Istana Buitenzorg (nama lawas dari Istana Bogor) diserahkan secara resmi oleh Kerajaan Belanda kepada RI, dan pada tahu 1952 Presiden Soekarno baru mulai melakukan pemugaran secara bertahap. Yang pertama dipugar adalah bagian depan bangunan induk. Ditambahkan sebuah beranda yang ditopang oleh enam tiang berlaras ionia. Dalam memugar Istana Bogor, Presiden Soekarno tetap mempertahankan gaya arsitektur Palladian.

Jadi, sejak tahun 1870 hingga tahun 1942, Istana Bogor merupakan kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris, dan sejak diserahkan ke Indonesia,  istana ini secara resmi menjadi salah satu Istana Presiden Republik Indonesia yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia dalam acara resmi kepresidenan.

Bangunan Gedung Istana Bogor

Gedung Istana Bogor

Istana Bogor yang memiliki luas bangunan sekitar 1,5 hektar ini, di jalan menuju istana terdapat beberapa patung (mayoritas perempuan) tanpa busana. Lalu, pada gedung di sisi kiri tepatnya di teras gedung, terdapat patung perunggu Ritual Meminta Hujan. Patung itu karya Marta Jiraskova (seniman Ceko), dibuat pada 1938, dan diberikan kepada Presiden Soekarno oleh Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito. Sedangkan, di gedung sisi kanan, terdapat patung dari bahan serupa dan karya seniman yang sama dinamai Ritual Terima Kasih.

Lampu gantung yang menghiasi Istana Bogor berasal dari Austria. Lantai dari Italia. Banyak karya seni sumbangan pemimpin negara sahabat semasa  Soekarno atau Soeharto berkuasa dan masih terawat.

Kalau gedung sisi kiri merupakan gedung untuk tamu negara setingkat menteri, maka ruang garuda diperuntukkan untuk tempat pertemuan tamu negara. Dulu, ruang ini tempat berdansa pejabat Hindia Belanda. Lantai dua yang tertutup tempat musisi mengiringi mereka berdansa. Sedangkan, gedung sisi kanan merupakan tempat tamu setingkat presiden menginap.

 

Source Gedung Istana Bogor Jawa Barat
Comments
Loading...