Sejarah Berdirinya Gedung DPRD Yogyakarta

0 190

Lokasi Gedung DPRD

Gedung DPRD ini terletak di Jalan Malioboro No. 54 Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi gedung ini berada di sebelah utara Maliboro Mall, atau selatan Dinas Pariwisata DIY.

Sejarah Gedung DPRD

Dulu, bangunan gedung DPRD DIY ini bernama Loge Mataram. Nama resminya dalam bahasa Belanda adalah Loge Mataram te Djokjakarta, Nederlands Oost-Indië. Didirikan pada tahun 1870 bersamaan dengan semakin bertambahnya jumlah orang Belanda maupun Eropa lainnya yang berada di Yogyakarta.

Loge (orang Jawa menyebutnya Loji) bermakna rumah atau gedung yang besar, sedangkan Mataram diilhami para pendiri loge yang sadar akan kebesaran Jawa. Jadi, pilihan nama Loge Mataram ini didasarkan pada keberadaan tempat loge yang dibangun tersebut, yaitu di pusat kerajaan pewaris trah Mataram. Dahulu, Loge Mataram ini merupakan pusat teosofi dan gerakan Freemansonry. 

Freemansonry atau dalam bahasa Belanda disebut Vrijmetselarij merupakan Tarekat Mason Bebas yang sempat berkembang di Hindia Belanda. Tarekat ini mengumumkan diri sebagai sebuah organisasi persaudaraan internasional.

Paham Mason mulai masuk ke wilayah Yogyakarta ditandai dengan pendirian Loge Mataram di Yogyakarta pada tahun 1870 atas prakarsa tiga puluh orang anggota Mason. Di antaranya terdapat nama-nama seperti Weijnschenk, Raaff, Soesman, dan Monod de Froindeville.

Penggunaan Gedung DPRD

Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini digunakan sebagai Kantor Agraria. Kemudian, pada waktu Yogyakarta menjadi ibu kota Negara Republik Indonesia pada tahun 1946, gedung ini digunakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) hingga sekarang.

Pada masa Agresi Belanda yang ingin merebut kembali Hindia Belanda setelah Indonesia sudah merdeka, mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia. Setiap kehadiran orang Belanda di Indonesia yang sudah merdeka pada waktu itu mendapat tekanan, sehingga hal ini menyebabkan anggota Freemansonry dengan cepat merosot. Semua kegiatan Tarekat Mason Bebas pun akhirnya berakhir pada Februari 1961 lewat Lembaran Negara Nomor 18 Tahun 1961 di mana Presiden Soekarno membubarkan dan melarang keberadaan Freemansonry di Indonesia. Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keputusan Presiden Nomor 264 Tahun 1962.

Karena pada waktu disita, gedung tersebut digunakan sebagai DPRD DIY maka fungsi gedung tersebut tetap dipertahankan hingga kini menjadi gedung DPRD DIY, dan masih bisa disaksikan kemegahan gedungnya yang memiliki gaya arsitektur Indische Empire Style. Gedung ini mempunyai kemiripan dengan gedung Freemasonry yang ada di Jakarta, yang sekarang menjadi Gedung Kimia Farma Jakarta.

Source Gedung DPRD DIY Yogyakarta
Comments
Loading...