Sejarah Dusun Tradisional Sade

0 1.018

Lokasi Dusun Tradisional Sade

Dusun Tradisional ini terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sejarah Dusun Tradisional Sade

Kawasan Dusun Sade merupakan desa wisata sejarah yang memiliki karakteristik khusus yang layak untuk menjadi tujuan wisata sejarah. Di kawasan ini, penduduknya masih memiliki tradisi yang relatif masih asli atau tradisional, yang ditandai dengan bentuk permukiman dengan deretan rumah yang bercorak hampir sama, sistem kekerabatan yang masih kental, serta masih membentuk adat tersendiri. Sehingga, dibandingkan dengan dusun-dusun yang ada di dalam wilayah Desa Rembitan, Sade merupakan salah satu dusun tradisional yang masih asli. Rumah-rumah penduduk dibangun dengan konstruksi bamboo dengan atap dari daun alang-alang yang mampu bertahan hingga 7 tahun bila mengikatnya benar. Penghuninya berpencaharian sebagai petani ladang karena tanah di daerah ini pada musim kemarau mengalami kekeringan. Jumlah mereka relatif tidak bertambah karena keluarga yang baru menikah kalau tidak mewarisi rumah orang tuanya akan membangun rumah di tempat lain. Di samping arsitektur rumah, sistem sosial dan kehidupan keseharian mereka masih sangat kental dengan tradisi masyarakat Sasak tempo doeloe.

Diperkirakan dusun sade ini mulai muncul pada tahun 1907 Masehi. Akan tetapi, baru pada tahun 1975 dusun ini digagas sebagai desa wisata sejarah. Desa wisata sejarah merupakan suatu kawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan, baik dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adat istiadat, keseharian, memiliki arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa yang khas, atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik serta mempunyai potensi untuk dikembangkannya berbagai komponen kepariwisataan.

Bangunan Dusun Tradisional Sade

Rumah adat suku Sasak, jika diperhatikan dibangun berdasarkan nilai estetika dan kearifan lokal. Orang Sasak mengenal beberapa jenis bangunan adat yang menjadi tempat tinggal dan juga menjadi tempat ritual ada dan ritual keagamaan. Rumah adat orang Sasak terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai dari tanah liat yang dicampuri kotoran kerbau dan abu jerami. Campuran tanah liat dan kotoran kerbau menjadikan lantai tanah mengeras, sekeras semen. Cara membuat lantai seperti itu sudah diwarisi oleh nenek moyang mereka.

Bahan bangunan seperti kayu dan bambu didapatkan dari lingkungan sekitar. Untuk menyambung bagian kayu-kayu, mereka menggunakan paku yang terbuat dari bambu. Rumah suku Sasak mempunyai hanya sebuah pintu berukuran sempit dan rendah, tanpa adanya jendela. Konon, filosofi dari pola pintu seperti itu adalah agar tamu senantiasa menghormati pemilik rumahnya, yang disimbolkan dengan menunduk bagi tamu yang berkunjung di rumah tersebut lantaran pintunya memang didesain rendah.

Source Sejarah Dusun Tradisional Sade NTB
Comments
Loading...