Sejarah Dusun Kanang

0 26

Sejarah Dusun Kanang

Kanang adalah nama salah satu dusun di desa Batetangnga kec. Binuang. Daerah ini lebih dikenal dengan wisata buah dan permandian Biru serta lokasi pemancingan Rawabangun, dengan salah satu kuliner andalannya; “nasu kadundung”. Nasu Kadundung sendiri adalah hidangan ayam kampung yang disajikan dengan bumbu-bumbu seperti daun kedondong muda dan pakis, hidangan ini dapat anda temui dengan mudah di kawasan Rawabangun.

Di daerah ini juga banyak situs sejarah yang belum diketahui orang banyak, termasuk oleh masyarakat di sekitar kecamatan Binuang. diantaranya adalah makam Tosalama di Penaniang (yang lebih dikenal sebagai Haji Sande’/Guru Bulo), tokoh penyebar islam di Batetangnga bersama Pua’ Ilala (muridnya yang berasal dari Tomadio), situs Eran Batu (tempat tinggal nene’ Cakkodo dan dan putra putrinya yang lebih dikenal sebagai toeran batu), Batu Pikkambuangan (batu latihan keprajuritan Binuang), Batu tempat Pelantikan Sippajollangi, Aruan di Binuang (I/IV??), dan masih banyak lagi

Kanang berasal dari bahasa Pattae dari kata “ma kanakkanan” atau sikanan, yang berarti “pantas,cocok,pas,dll’. diberi nama demikian karena untuk menyambut tamu di masa kerajaan, yang lebih dianggap “ma kanan” (pantas,cocok) adalah penduduk dari daerah tersebut, juga karena daerah ini merupakan “pintu masuk” ke wilayah Batetangnga.

Nama dusun dan Desa di daerah ini memiliki sejarahnya sendiri, selain kanang, juga ada Biru, Passembaran, Penaniang, dan lain-lain. Penamaan Biru untuk wilayah tertua di daerah ini sebagai bentuk persaudaraan dengan kerajaan Bone (biru adalah salah satu wilayah taklukan Raja Bone kedua Petta PanreBessiE). Passembaran adalah tempat latihan tempur atau tempat “sisemba”, sedangkan Penaniang adalah tempat orang-orang menyambut toeran Batu yang pulang dari Perang dengan cara bernyanyi.

Source http://kompadansamandar.blogspot.com http://kompadansamandar.blogspot.com/2014/05/kanang-dusun-penuh-cerita-sejarah-di.html
Comments
Loading...