Sejarah di Balik Nama Desa Petungsewu Wagir

0 9

Sejarah di Balik Nama Desa Petungsewu Wagir

Desa Petungsewu merupakan nama sebuah desa di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Tak banyak yang mengetahui sejarah penamaan desa ini.

Konon, sebelum ada pemukiman warga, tempat ini dulunya merupakan wilayah hutan. Tanaman bambu mendominasi ekosistem tumbuhan yang hidup di sini.

Di tengah-tengah wilayah Desa Petungsewu terdapat serumpun bambu petung yang tumbuh dengan ruas yang sangat banyak. Meski tak ada yang sampai benar-benar menghitungnya, masyarakat menyebut angka seribu untuk menyimbolkan saking banyaknya bambu petung tersebut.

Bambu petung (yang memiliki nama latin Dendrocalamus Asper) adalah salah satu jenis bambu yang besar dan termasuk ke dalam suku rumput-rumputan.

Dilansir dari laman Wikipedia, bambu jenis ini tumbuh merumpun; rebungnya hitam keunguan, tertutup oleh bulu-bulu (miang) seperti beledu cokelat hingga kehitaman. Buluh berukuran besar, panjang ruas 40-50 cm dan garis tengahnya 12-18(-20) cm, secara keseluruhan buluh mencapai tinggi 20 mdengan ujung yang melengkung; warnanya bervariasi dari hijau, hijau tua, hijau keunguan, hijau keputihan, atau bertotol-totol putih karena liken. Buku-bukunya dikelilingi oleh akar udara. Tebal dinding buluhnya antara 11 sampai 36 mm.

Pelepah buluh berukuran besar, lk. 50 × 25 cm, tertutup oleh miang berwarna hitam hingga cokelat tua; kupingnya membulat dan terkadang mengeriting hingga dasar daun pelepah buluh, tinggi 7 mm dengan bulu kejur hingga 5 mm; ligula (lidah-lidah) menggerigi tidak teratur, tinggi 7-10 mm dengan bulu kejur pendek hingga 3 mm; daun pelepah buluh menyegitiga dengan dasar menyempit, terkeluk balik.[8] Daunpada ranting dengan pelepah yang lokos atau bermiang pucat jarang-jarang, tanpa kuping, ligula lk. 2 mm, helaian berukuran 15-30(-45) × 1-2,5(-8,5) cm, sisi bawahnya agak berbulu; tangkai daun amat pendek.

Pada tahun 1918 akhirnya nama Petungsewu dipilih untuk menamai daerah tersebut. Petung berasal dari nama bambu yang banyak ditemukan di sana. Sementara itu, sewu adalah Bahasa Jawa dari seribu, nominal untuk simbol banyaknya petung tersebut.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/malangan/page/2/
Comments
Loading...