Sejarah Desa Pakis

0 124

Desa Pakis

Desa Pakis memiliki sejarah yang panjang hingga akhirnya menjadi sebuah desa yang berada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang hingga kini. Konon, ada cerita tentang seseorang bernama Pak Kis dalam perjalanan sejarah tersebut.

Menurut penuturan para sesepuh, dulunya Desa Pakis merupakan hutan belantara yang membentang di lereng sebelah barat Gunung Merbabu. Terdapat beberapa sungai di dalamnya yang mengalir air jernih berasal dari mata air Gunung Merbabu dan sumber-sumber mata air lainnya.

Air ini merupakan sumber bagi kehidupan ekosistem setempat. Berbagai macam satwa yang hidup di dalamnya sangat bergantung pada mata air tersebut. Harimau Jawa merupakan salah satu binatang buas penghuni tempat ini yang sampai sekarang kadang-kadang juga masih bisa dijumpai. Selain itu, terdapat kera yang juga hidup bebas di sekitar hutan Gunung Balak. Berbagai pohon atau kayu hutan tumbuh dengan subur di sini. Salah satu pohon yang banyak terdapat di hutan ini adalah jenis pohon Pakis Taji atau Pakis Haji.

Masih menurut cerita para sesepuh Desa Pakis, pada suatu saat datanglah seseorang yang berasal dari Kerajaan Demak. Beliau bernama Kiswo Hardono atau ada juga yang menyebut Kisworo. Beliau memang sengaja mengasingkan diri dan menjauh dari keramaian di kerajaan.

Tujuannya ini untuk mencari ketentraman hidup dan lebih mendekatkan diri kepada sang Penguasa Alam. Ada juga yang mengatakan beliau sedang mencari arti ‘jatining diri’ dan menambah berbagai macan ilmu. Dalam misinya ini, Kiswo Hardono atau Kisworo ditemani beberapa penderek atau pengikut yang telah membantunya sejak masih berada di Demak. Mereka adalah Mbah Burik dan Nyai Burik serta Mbah Tambang dan Nyai Tambang.

Berbekal kemauan yang keras dan kemampuan yang dimiliki, Kiswo Hardono dibantu para pengikutnya mulai membabat hutan. Aksi ini dimulai dari tempat yang banyak ditumbuhi tanaman Pakis Taji. Tujuan utamanya untuk tempat tinggal atau bermukim.

Selanjutnya, mereka membuat lahan pertanian untuk bercocok tanam guna memenuhi kebutuhannya. Kiswo terus bekerja dan berjuang sambil senantiasa mendekatkan diri kepada sang Pencipta untuk memohon ilmu yang berguna bagi kehidupannya.

Keberadaan Kiswo menarik perhatian para penduduk yang ada di sekitar hutan. Mereka datang untuk menimba ilmu pertanian, ilmu kanuragan, atau meminta pertolongan demi kesembuhan penyakit yang diderita. Seiring berjalannya waktu, tempat atau pemukiman itu pun bertambah ramai dan menjadi sebuah perkampungan.

Di perkampungan itu, sosok Kiswo sangat berpengaruh dan dihormati oleh seluruh warga. Kiswo menjadi salah satu pendiri kampung sekaligus sesepuh bagi warga. Kiswo pun menjadi tempat bagi warga yang ingin meminta petunjuk dalam menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan. Kiswo juga menjadi tempat bagi warga yang mau meminta pertolongan bagi kesembuhan penyakit yang diderita warga. Lambat laun muncul panggilan “Pak Kis” oleh warga kepadanya.

Keberadaan “Pak Kis” sebagai tokoh dan sesepuh mulai tersebar luas ke daerah sekitar. Banyak warga datang ke tempat “Pak Kis” untuk meminta berkah dalam berbagai hal. Seiring perjalanan waktu, karena saking banyaknya para warga yang datang ke “Pak Kis” maka pemukiman atau dusun tempat tinggal Kiswo Hardono atau Kisworo itu terbiasa disebut “Pakis” yang tak lain adalah nama panggilannya.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2016/12/23/cerita-pak-kis-jejak-sejarah-desa-pakis/
Comments
Loading...