Sejarah Desa Olung Nango

0 171

Desa Olung Nango

Desa Olung Nango adalah sebuah desa di Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya. Desa ini lebih dikenal dengan nama “Desa Soko”, adapun nama “Soko” adalah nama perkampungan awal yang berlokasi di Jalan Tanah Siang KM 5 yang disebut dalam bahasa Siang “Lowu Soko” atau juga berasal dari nama sungai yang mengalir melewati desa tersebut yang bernama “Sungoi/Sungai Soko” . Desa Olung Nango merupakan sebuah desa yang juga memiliki sejarah yang dimulai pada masa kolonial belanda, terutama mengenai pembangunan jalan Tanah Siang (Saripoi Lama) yang merupakan jalan terdekat ke Kecamatan Tanah Siang di kelurahan Saripoi. Desa ini merupakan desa yang masih memiliki hutan dan alam yang dapat dibilang alami.

Dalam peran dan sumbangsih bagi daerah Murung Raya, desa ini memiliki arti cukup penting bagi ibukota Puruk Cahu dan dapat dikatakan sebagai wilayah pendukung daripada ibukota Kabupaten yang selain karena jarak yang tidak terlalu jauh dari Kota Puruk Cahu dan dapat dibilang cukup strategis bagi penerusan pembangunan, khususnya dalam hal pariwisata keindahan alamya, selain itu Desa ini ialah tempat mengalirnya Sungai Soko yang merupakan sumber air baku PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten Murung Raya yang berlokasi di Dirung Karengkang, Mantibab. Pembangunan yang cukup dialami kini ialah Pembangkit listrik yang sudah masuk dan dinikmati, jalan yang diperkeras dengan beton dan juga infrastruktur pendidikan yang sudah tersedia, seperti bangunan sekolah dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Penduduk Desa Olung Nango ialah Mayoritas Suku Siang (Dayak), yang disusul suku-suku lainnya seperti Bakumpai, Ot Danum, Jawa, dan lainnya. Mata pencaharian utama penduduk Desa ini sebenarnya adalah sebagai petani, yakni perkebunan karet dan berladang. Sedangkan pekerjaan lainnya yang biasa ditekuni oleh sebagian besar dan kecil penduduknya ialah memecah batu, mencari ikan, berternak sapi, ayam, babi, dan ikan, penyenso, tukang bangunan, dan minoritas sebagai guru, pegawai negeri, dsb. Pada musim tertentu, misalnya Buah-buahan, Olung Nango atau Soko merupakan kawasan atau daerah yang dapat dikatan memiliki hasil buah-buahan yang melimpah seperti durian yang rasanya lebih enak dan tebal dibanding daerah lainnya, juga langsat, duku, cempedak, dan buah-buahan lainnya.

Walaupun sebuah wilayah yang dapat dikatakan masih jauh dalam pembangunan, saat ini Desa Olung Nango mulai beriringan menyusul kemajuan. Generasi muda yang walaupun banyak yang tidak menyadari pentingnya kesadaran mereka pun kini mulai menyadari mperannya dalam pembangunan, walau hanya segelintir. Perlahan nan pasti, kemajuan akan digenggam, baik kini maupun nanti.

Tanah yang terdapat di Desa Olung Nango merupakan tanah yang subur dan cocok untuk perkebunan sayuran dan buah-buahan. Di desa ini juga merupakan salah satu wilayah yang amat cocok bagi peternakan, karena kondisi iklim dan juga lahannya yang mendukung. Perikanan adalah salah satu usaha yang cocok dikembangkan di desa ini. Wilayah dan tanah sertan lahan yang ada di Desa Olung Nango merupakan wilayah lahan yang cocok bagi pengembang dan investor, terutama dari segi pariwisata yang ditunjang kondisi alam yang asri, dan juga pemandangan yang indah.

Dari segi kemajuan, Desa Olung Nango saat ini tengah berbenah mengejar ketertinggalan dari wilayah-wilayah desa yang ada di Murung Raya dan daerah lainnya agar mencapai kemajuan sebagai perwujudan dari Program pembangunan yang sudah digalakan oleh pemerintah, diantaranya adalah Gerbang Desamu, Program pembangunan 1 Milyar satu Desa/Kelurahan, dan program lainnya sembari membenahi diri demi tercapainya sebuah daerah Olung Nango yang modern dengan pembangunan berkesinambungan. Yaitu perwujuddan wilayah yang merdeka dari Kemiskinan, Keterisolasian, dan Ketertinggala.

Source http://olungnangosoko.blogspot.com http://olungnangosoko.blogspot.com/2016/03/desa-olung-nango.html
Comments
Loading...