Sejarah Desa Mendalanwangi Malang

0 187

Lokasi Desa Mendalanwangi

Desa Mendalanwangi merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Sejarah Desa Mendalanwangi

Diceriterakan bahwa desa ini pada tahun 1910 sampai dengan 1918 dipimpin oleh seorang petinggi yang bernama Karimun. Pada tahun 1918 sampai dengan tahun 1926 dipimpin oleh seorang Kepala Desa atau petinggi yang bernama Amir.

Selanjutnya pada tahu 1926 sampai dengan tahun 1942 dipimpin oleh seorang yang bernama Singo Redjo Warsiman. Pada tahun 1942 sampai dengan tahun 1974, Desa Mendalanwangi dimpin oleh Kepala Desa bernama H. Daman Huri, dan bersamaan dengan itu pada tahun 1946 sampai dengan tahun 1948 juga ada Kepala Desa yang diangkat oleh pihak Kolonial Belanda yang bernama Aliman.

Kemudian setelah itu, ada proses pemilihan Kepala Desa pada tahun 1974 dan Kepala Desa yang terpilih pada saat itu adalah Bakri Singo Redjo yang menjabat hingga tahun 1991. Selanjutnya pada periode 1991 sampai dengan 1998 Desa Mendalanwangi dipimpin oleh seorang Kepala Desa bernama Abdul Shodiq. Lalu, pada tahun 1998 hingga tahun 2013 Desa Mendalanwangi dipimpin oleh Subakir, dan dari tahun 2013 sampai saat ini Desa Mendalanwangi dipimpin oleh Kepala Desa Muchamad Sharoni.

Jauh sebelum itu, sebenarnya di desa ini telah ada kehidupan warganya. Hal ini dikaitkan dengan penemuan reruntuhan candi di Dusun Sekarputih, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Desa Mendalanwangi, daerah penemuan reruntuhan candi ini, dijelaskan oleh Dwi Cahyono, seorang arkeolog, dengan mengetahui asal kata. Mendalanwangi tergolong desa yang tua, berasal dari kata “mandala-an”. Mandala berarti lingkaran suci, areal suci dilakukannya ritus keagamaan. Areal suci yang dimaksud adalah bentang lahan di mana candi ini diketemukan. Dengan demikian, desa ini dinamai “Mendalanwangi” lantaran di sini terdapat suatu mandala.

Mandala juga disinyalir sebagai tempat tinggal pendeta yang sangat jauh dari keramaian, yang biasanya disebut wanasrama. Tempat seperti ini mungkin juga dihuni oleh para resi atau kaum pertapa yang hidup mengasingkan diri. Zoetmulder (1995: 642) menyebutkan bahwa mandala adalah lokasi atau lingkungan yang berhubungan dengan kalangan keagamaan dari golongan Siwa.

Wanasrama ini juga disinggung dalam Kitab Negarakertagama pupuh 76 bait 3 yang digubah oleh Rangkwi Padelengan Dang Acarya Nadendra – yang kemudian dikenal dengan nama Mpu Prapanca –  pada tahun 1365 Masehi.

Source https://kekunaan.blogspot.co.id/ https://kekunaan.blogspot.co.id/2017/04/sejarah-singkat-desa-mendalanwangi.html
Comments
Loading...