Sejarah Desa Loram Wetan

0 386

Desa Loram Wetan

Hampir sebagian orang menyebut Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus adalah Jepangnya Kudus. Sebutan itu sering kita dengar pada beberapa waktu dan kesempatan. Kita mungkin penasaran, mengapa Loram Wetan sering disebut demikian. Salah satu alasannya, karena warga Desa Loram Wetan dianggap memiliki inovasi dan kreativitas yang tinggi. Istilahnya, baru saja melihat langsung bisa meniru. Mereka memiliki kemampuan untuk membuat sesuatu dengan cepat, inovatif dan kreatif.

Sebutan itu tidak mengada-ada atau diada-adakan. Mengapa Loram Wetan disebut Jepangnya Kudus? Kreativitas dan inovasi warga Loram Wetan yang serba bisa, kreatif dan inovatif lah yang menjadikan sebutan itu melekat di desa ini. Selain itu, masyarakatnya juga mandiri dan gigih dalam menghasilkan sesuatu.

Desa Loram Wetan terletak tidak jauh dari Kota Kudus, mungkin hanya sekitar 3-5 km. Kalau ditempuh dengan mobil atau motor sekitar 10 sampai 15 menit. Sekilas tampak tidak ada yang membedakan desa ini dengan desa lainnya, tetapi setelah digali, desa ini memiliki potensi yang luar biasa.

Melacak asal usul Loram bukanlah hal mudah. Desa Loram Wetan dulunya merupakan bagian dari Desa Loram sebelum dipecah. Sekarang Desa Loram dipecah menjadi dua (2) yakni Loram Wetan dan Loram Kulon.

Istilah Loram seringkali dikaitkan dengan sebuah tumbuhan Lo/Elo yang dalam bahasa Jawa, Loa/Lowa. Tanaman ini tumbuh disepanjang pinggir sungai, berakar gantung seperti beringin, menjulur ke tanah. Jika sampai tanah, akarnya mengikat kuat tanah dan batu untuk mencegah erosi dan longsor dan di sela-selanya kadang muncul mata air.

Versi pertama tentang Loram menyebut bahwa desa ini berasal dari dua suku kata yaitu Lo dan Ram. Kata Lo diambil dari nama sebuah pohon yaitu pohon Lo (semacam pohon Kluing) pohon ini dibuat bertapa oleh Raja Majapahit yang bernama Prabu Brawijaya dan pohon ini sampai tumbuh besar sehingga membuat eram (yang dalam Bahasa Jawa artinya heran/kagum), maka desa ini disebut Desa Loram yang kemudian terbagi menjadi dua yaitu Desa Loram Wetan dan Desa Loram Kulon.

Versi kedua berkaitan dengan hadirnya suku Lor Persia yang datang ke Jawa. Catatan Dinasti Tan dari China menulis, saudagar-saudagar dari Timur Tengah sudah datang ke kerajaan Kalingga di Jawa pada tahun 674 M, yakni dalam masa peralihan Khalifah Ali bin Abi Thalib ke Muawiyah. Pada abad ke-10, sejumlah rombongan dari suku Lor Persia datang ke Jawa. Mereka tinggal di suatu daerah di Ngudung (Kudus), sehingga dikenal sebagai Loram (dari kata Lor). Mereka juga membentuk komunitas-komunitas di daerah lain, seperti di Gresik yang dikenal dengan daerah Leran. Tapi tidak ada cerita perkembangan Islam selanjutnya.

Selain itu, berdasarkan catatan Jawa ditulis, Sultan Algabah dari Rum, mengirim 20.000 keluarga ke Jawa, namun semuanya mati terbunuh, dan hanya menyisakan 200 keluarga. Sang Sultan pun murka. Agar Islam tetap berkembang di Jawa, Sultan pun mengirim orang-orang yang dianggap wali dan memiliki karomah, salah satu tokohnya adalah Syeikh Subakir yang terkenal numbali tanah Jawa agar bisa ditempati. Pada abad ke-10 tersebut, Syeikh Subakir mengelilingi Jawa dan kemudian kembali lagi ke Rum. Setelah itu, tidak diketahui Islam berkembang atau tidak. [Sumber diambil dari Rofi’udin, S.Th.I, M.Pd.I, “ATLAS WALISONGO”: MAGNUM OPUS AGUS SUNYOTO, yang diunggah oleh Ahmad Yanuana Samantho on Maret 21, 2016 in Sejarah Wali Songo dan Waliyullah lainnya di Nusantara. Sumber tersebut disarikan dari uraian Agus Sunyoto dalam acara Suluk Maleman dan Bedah Buku “Atlas Walisongo: Buku Pertama yang Menguak Walisongo sebagai Fakta Sejarah”, 15 Maret 2013 di Pati Jawa Tengah).

Kedua versi tersebut menjadi referensi masyarakat Loram Wetan dalam menceritakan asal-usul daerah mereka. Kepala Desa Loram Wetan, H. Noor Said, S.T, lebih setuju dengan versi Agus Sunyoto meskipun catatannya cukup pendek. Namun dari catatan yang pendek itu, paling tidak memberi arah yang lebih terang bahwa warga di Loram Wetan berhubungan erat dengan kedatangan Suku Lor Persia, yang selain jejaknya ada di Loram juga terdapat di beberapa daerah lain seperti di Gresik, Des Leran yang hingga kini masih ada.

Source http://loramwetan.id/berita http://loramwetan.id/berita/detail/asal-usul-loram-wetan
Comments
Loading...