Sejarah Desa Kandangan Lumajang

0 151

Desa Kandangan

Desa ini teletak 36 km dari kota lumajang kearah barat dan membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit dari kota lumajang. Dan desa ini terletak di lereng gunung semeru. Konon dulu warga disi sangat spiritual terhadap gunung semeru. Orang-orang disi dulu mempercayai bahwa gunung semeru sebagi kekuatan spiritual yang maha dahsyat dan tempat berdiamnya roh nenek moyang yang akan senantiasa melindungi penerus dan anak cucunya di dunia. Oleh karena itu, gunung perlu dihormati dan dipuja.

Bagi manusia menghormati roh nenek moyang di gunung adalah berkah sebab roh-roh itu akan mengirimkan kemakmuran yang berkepanjangan dengan memberi mereka tanah yang subur di daerah-daerah sekitarnya. Kepercayaan terhadap gunung ini telah menyebabkan manusia zaman prasejarah memilih bertempat tinggal di daerah lereng-lereng gunung dan aliran-aliran sungai sebagai tempat berkah dengan memberi kemakmuran pada daerah-daerah pertanian yang dikelola.

Kandangan merupakan salah satu desa kuno yang berada di wilayah Lumajang, di desa ini ditemukan beberapa benda kuno diantaranya mangkok perunggu kuno, bangunan berundak, batu tegak dan menhir, dan pecahan porselen. Khusus untuk bangunan berundak, batu tegak dan menhir sampai saat ini masih dilestarikan keberadaannya. Selain dilestarikan di bangunan berundak ini masih digunakan untuk tempat upacara.

Desa kandangan di sebut juga sanggar kandangan oleh warga sekitar. Desa kandangan ini hamper mendekati pemukiman orang-orang tengger. Dan desa kandangan memiliki situs yang dulu luasnya sekitar 5 Ha. Dan kini sudah berkuarang karena tanah di sekitarnya telah menjadi tanah milik warga.

Memasuki kawasan situs ini kita disuguhi pemandangan yang sangat indah, untuk mencapai situs utama kita harus melalui beberapa undak-undakan yang terbuat dari batu. Di undakan yang paling puncak terdapat beberapa batu-batu dari tradisi masa Prasejarah. Ada 5 buah batu yang oleh masyarakat sekitar dikramatkan, ke 5 Batu tersebut diberi nama Selo gending, Tejo Kusumo, Mbah Pukulun, Linggasiwa dan Wadung Prabu. Wadung Prabu sendiri merupakan batuan yang menempati tempat teratas dalam posisi undak-undaknya. sebenarnya di batu yang dinamakan Wadung Prabu ini terdapat tulisan kuno. Tulisan kuno yang terdapat di wadung Prabu ini sudah aus dimakan usia sehingga tidak bisa terbaca.

Source http://kim-sinar-harapan-tekung.blogspot.com http://kim-sinar-harapan-tekung.blogspot.com/2013/09/tahukah-anda-desa-tertua-di-lumajang.html
Comments
Loading...