Sejarah Desa Banjarejo Pakis

0 112

Sejarah Desa Banjarejo Pakis

Desa Banjarejo menyimpan banyak cerita sejarah yang diwariskan turun-temurun dari para sesepuh. Terutama yang mengisahkan asal-usul terbentuknya dusun-dusun hingga digabungkan menjadi sebuah desa yang kini secara administratif bernaung di bawah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Seperti umumnya daerah di Kabupaten Malang lainnya, Desa Banjarejo dulunya merupakan sebuah hutan belantara. Dikisahkan terdapat sekelompok orang dari Kerajaan Mataram yang melakukan babat alas (membuka hutan). Mereka menyulap hutan yang dibuka itu sebagai daerah permukiman.

Cerita pertama mengisahkan tentang Mbok Rondo Kuning Gandung Melati Anom dan Mbah Banjar. Mereka membuka hutan dan menamakan daerah tersebut sebagai Kampung/Dukuh Banjarsari. Nama Banjarsari ini diambil dari nama Mbah Banjar, sedangkan nama Sari merupakan cerminan atau tanda dari kondisi tanah di daerah tersebut yang benar-benar sangat subur kala itu.

Kisah kedua datang dari Ki Ageng Broto dan Ki Ageng Sukmo Hadi yang sama-sama melakukan babat alas di sekitarnya. Diketahui, hutan yang dibabat keduanya kala itu dipisahkan oleh dua sungai, yaitu Sungai Lajing dan Sungai Ngamprong. Tak heran jika sebagai tanda, perkampungan itu dinamakan Dukuh Ngamprong.

Cerita ketiga adalah kisah Mbah Sindu dan Mbah Rejo, yang merupakan pasangan suami-istri. Keduanya membabat alas lalu menamakan daerah tersebut Dukuh Sindurejo, yang merupakan gabungan nama keduanya.

Kisah keempat datang dari wilayah Dusun Purworejo yang lain daripada kammpung yang lain. Kampung ini sudah berpenghuni sebelumnya, tanpa diketahui asal-usulnya. Namun, terdapat sebuah makam di kampung ini yang dikenal sebagai makam Mbah Badas (ada juga yang menyebutnya Mbah Pagas).

Aries atau pemimpin dukuh ini saat itu, Dono Leksono, menjadikan daerah di sekitar makam tersebut sebuah tempat perkumpulan atau semacam padepokan. Di situlah ia sering memberikan wejangan atau petuah dan mengajarkan ilmu kepada murid-murid serta pengikutnya. Karena semakin ramai, maka daerah itu dinamakan Purworejo (ada pula yang menyebutnya Purwosari).

Kampung-kampung di atas dalam perkembangan sistem pemerintahan terbagi menjadi dua wilayah yang masing-masing dipimpin seorang Aries. Kampung Banjarsari, Sindurejo dan Purworejo dipimpin oleh Aries Dono Leksono, sedangkan Kampung Ngamprong dipimpin oleh Aries P. Tamrun.

Setelah Aries P. Tamrun meninggal, kepemimpinan Kampung Ngamprong sempat vakum, sehingga kampung tersebut akhirnya digabung menjadi satu dengan beberapa kampung yang dipimpin oleh Aries P. Karmi (pengganti Aries Dono Leksono yang meninggal). Namun demikian, tidak diketahui alasan penggabungan kampung Ngamprong dengan kampung lainnya ini. Yang jelas, penggabungan beberapa kampung inilah yang nantinya menjadi cikal bakal Desa Banjarejo, di masa kepemimpinan Aries P. Karmi.

Nama Banjarejo sendiri dipilih bukannya tanpa alasan. Secara pasti tidak diketahui tentang asal-usul nama Banjarejo, namun ada beberapa versi yang diyakini dapat dipercaya sebagai alasan pemilihan nama tersebut.

Pertama, nama Desa Banjarejo diambil dari kata Banjar dan Rejo. Nama Banjar diambil dari penggalan nama kampung yang dibuka pertama kalinya (Banjarsari), sedangkan Rejo mencerminkan kondisi perkampungan yang ramai.

Yang kedua, nama Banjarejo ini diambil dari kata Banjar dan Rejo. Kata Banjar diartikan sebagai tanda, bahwa kondisi wilayah Banjarejo kala itu terdiri dari beberapa kampung yangberjajar/berderet, mulai dari sebelah timur yaitu Banjarsari, Purworejo, dan terakhir sebelah barat adalah Sindurejo.

Seiring berjalannya waktu, Desa Banjarejo kini terbagi menjadi dua dusun, yakni Dusun Krajan dan Dusun Ngamprong. Dusun Krajan mencakip Kampung (sekarang disebut dukuh) Banjarsari, Purworejo dan Sindurejo, sedangkan wilayah Dusun Ngamprong terdiri dari Ngamprong Lor dan Ngamprong Kidul, yang terpisah oleh Sungai Ngamprong atau biasa disebut Sungai Amprong. Sementara Sungai Lajing yang juga mengalir di desa ini menjadi pembatas antara Dusun Krajan dan Dusun Ngamprong.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2019/03/27/berbagai-cerita-sejarah-desa-banjarejo-pakis/
Comments
Loading...