Sejarah NDalem Tjokrosoemartan Surakarta

0 366

Lokasi NDalem Tjokrosoemartan

Dalem Tjokrosoemartan terletak di Jalan Dr. Rajiman No. 523 Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa TengahLokasi Dalem ini berada di sebelah barat Kantor Kelurahan Laweyan, atau di depan Pasar Kabangan.

Sejarah NDalem Tjokrosoemartan

Dalem ini mulai dibangun pada tahun 1915, namun pada dinding atas yang membentuk gevel yang berada di ujung timur fasad bangunan tertulis tahun 1927. Diperkirakan tahun itu merupakan tahun selesainya Dalem yang berada di sisi timur yang berbatasan dengan tembok Kantor Kelurahan Laweyan.

Dinamakan Tjokrosoemartan, karena Dalem ini pernah menjadi tempat tinggal kediaman Tjokrosoemarto. Beliau adalah seorang saudagar Laweyan yang cukup kaya raya di zamannya. Pada era 1900-an, ia pernah melakukan ekspor ke luar negeri. Bukan hanya batik saja yang diekspor ke Eropa melainkan juga hasil bumi dan kerajinan.

Setelah kemerdekaan, Tjokrosoemarto berhasil membangun kekuatan ekonomi rakyat dengan membentuk sentra-sentra kerajinan batik di daerah Laweyan, Sragen, Yogyakarta, Ponorogo, Tasikmalaya, Cirebon dan Lasem.  Dalem Tjokrosoemartan sebagai objek arsitektural di Kampoeng Batik Laweyan merupakan media berkomunikasi, menyampaikan pesan budaya setempat. Oleh sebab itu, penting untuk memberi perhatian terhadap Dalem ini sebagai simbol sosial budaya.

Bangunan NDalem Tjokrosoemartan 

Dalem, yang dalam bahasa Indonesia berarti rumah ini, memiliki luas 1.800 m². Gaya arsitekturnya merupakan perpaduan harmonis antara arsitektur Jawa dan Eropa. Pada waktu terjadi Serangan Umum Kota Solo selama empat hari, banyak rumah penduduk porak poranda. Salah satunya adalah yang dialami oleh Dalem Tjokrosoemartan. Pada bagian produksi yang menjadi pabrik untuk memproduksi batik Tjokrosoemarto pernah dibom oleh Belanda sehingga mengalami rusak parah.

Kampoeng Batik Laweyan sebagai permukiman tua banyak menyimpan memori masa lalu. Sehingga relasi antara arsitektur, bentuk permukiman dan sejarahnya harus selalu menjadi pertimbangan utama melestarikan nDalem tersebut maupun kawasan Kampoeng Batik Laweyan. Ekspresi kolektif arsitektur pada Kampoeng Batik Laweyan merupakan rangkaian memori dari berbagai bentuk arsitektur masa lalu. Oleh karena itu, untuk dapat mengapresiasi maknanya, tidak cukup melihat dari sudut formal fungsional saja tetapi dengan pengamatan bentuk dan penafsiran makna yang dikandungnya.

Sejak tahun 1997, nDalem ini telah ditetapkan oleh Menteri Pariwisata Joop Ave sebagai Monumen Batik Indonesia, dan digunakan sebagai tempat diselenggarakannya acara-acara kebudayaan dan pariwisata tingkat nasional dan internasional.

Source nDalem Tjokrosoemartan  Surakarta
Comments
Loading...