Sejarah Berdirinya MTI Pakan Sinayan Koto Nan Ompek Payakumbuh

0 161

Sejarah Berdirinya MTI Pakan Sinayan Koto Nan Ompek Payakumbuh

MTI Koto Nan Ompek pakan sinayan didirikan tahun 1928 yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal oleh seorang syech Alwi bin Ibrahim yang lahir sekitar tahun 1878 di Kubu Gadang dengan ayah Ibrahim seorang ‘alim. Syech Alwi seorang ulama Perti yang mendalami pendidikan surau dengan pendidikan islam tradisional. Syech Alwi juga pernah belajar dengan M. Sa’ad al Khalidi Mungka. Syech Alwi menerapkan pola ajar halaqah disebuah surau di Simarasok, Syech Alawi mengajarkan nahwu dan saraf, fiqih bahasa arab. Kitab yang diajarkan Ajrumiyah (nahwu klasik), Azhari, Qathar untuk keilmuan nahwu, taqrib dan I’anatut Thalibiin. Dalam mendirikan MTI Pakan Sinayan, Syech Alwi dibantu para muridnya yang sudah menamatkan pelajaran surau.

Madrasah ini awalnya terdiri dari kelas 1 s/d kelas 7 dari tahun 1928 -1992. Pada tahun 1992 terjadi perubahan kelas 1 s/d kelas 4 menjadi kelas 1-3 dan tingkat aliyah kelas V s/d kelas VII.

MTI ini pernah mencapai kejayaan ditahun 1938 s/d 1924 dengan muridnya sampai 600 santri yang berasal dari Sumatera Barat dan tetangga, bahkan sampai ke Malaysia. Pada tahun 1943 terjadi kemunduran yang disebabkan perebutan kekuasaan antara pemerintah colonial Belanda dengan Jepang di Indonesia serta diiringi wafatnya Syech Alwi dalam usia 70 tahun .

Setelah buya Alwi wafat, kepengurusan dilanjutkan oleh Buya Zulkarnaini Thaher kerap disapa Buya Kara, murid dari Syech Muhammad Djamil Djaho. Namun kepengurusan ini juga berjalan kurang mulus, bahkan sempat divakumkan.

Pada tahun 1969, atas inisiatif masyarakat setempat, MTI ini kembali dibuka dan dipimpin oleh Buya Syamsuar dan berjalan lancar hingga tahun 1980. Karena mulai tumbuhnya sekolah agama dan sekolah umum, MTI juga sempat ditutup kemebali akibat kurangnya santri. Selama gedung ini kosong, bangunan ini dimanfaatkan Yayasan Nusantara sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan setingkat SLTP dan SMA, yang kemudian berganti nama menjadi pendidikan Tuna Grahita. Disamping itu, bangunan ini juga sempat dipakai warga untuk pertunjukan hiburan yang sangat bertolak belakang dengan tujuan pendirian bangunan ini, dan ini merupakan halangan bagi sebagian ulama untuk kembali menghidupkan perguruan islam ini.

Pada tahun 1992, MTI ini kembali diaktifkan dengan gagasan tokoh masyarakat dengan pengurus cabang Perti kecamatan Payakumbuh Barat. Alhamdulillahmasih bertahan hingga saat ini, dengan status akreditasi B untuk MTs dan Akreditasi C untuk MA.

Source http://sumbar.kemenag.go.id http://sumbar.kemenag.go.id/v2/post/2062/sejarah-berdirinya-mti-pakan-sinayan-koto-nan-ompek-payakumbuh.html
Comments
Loading...