Sejarah Bengkel Giman Tumpang

0 117

Bengkel Giman Tumpang

Di daerah Tumpang ada sebuah bengkel dokar yang namanya cukup kesohor, Bengkel Giman namanya. Sebuah nama yang diambil dari pemiliknya yang bernama Giman.

Sebelum dokar langka dan hanya ada di daerah wisata, dahulu pedati yang ditarik oleh kuda itu menjadi sarana transportasi untuk mengangkut barang atau orang. Pada tahun 1977 Bengkel Giman hadir sebagai jawaban atas semakin berkurangnya cikar di jalanan yang sudah diaspal oleh pemerintah.

Di era 80-an, Bengkel Giman semakin terkenal, bahkan sehari bisa melayani orderan hingga 10 dokar. Ada saja yang dikerjakan, mulai dari pembenahan as roda hingga perbaikan besi yang patah.

Di bengkel tersebut juga melayani pembuatan dokar yang pengerjaannya dilakukan kurang lebih sebulan, Giman menerima bayaran Rp25 ribu saja untuk membuat dokar. Nilai yang lumayan banyak di saat itu. Kualitas pekerjaan yang bagus membuat bengkel tersebut terkenal sehingga tidak lama kemudian memiliki pelanggan tetap dari Lumajang, Blitar, Tulungagung, Pasuruan hingga Kediri.

Seiring waktu, dokar tergerus oleh kendaraan bermotor yang menjadi sarana transportasi publik seperti angkutan pedesaan. Hingga pada tahun 1999 bengkel Giman mulai menerima orderan diluar dokar. Sang pendiri pula akhirnya pensiun dan usahanya diteruskan oleh anak pertama yang bernama Budi Dwi Lestari.

Saat order pembuatan dokar dan servisnya sudah mulai langka. Giman mencoba beralih untuk membenahi alat lain yang terbuat dari besi. Utamanya para petani yang membenahi alat-alat pertaniannya. Keahlian dari sang Ayah Giman untuk membenahi alat pertanian membuat petani di sekitarnya memilih melakukan reparasi ketimbang membeli yang baru.

“Sekarang ini pesanan dokar atau perbaikannya hampir tidak ada, kita banyak memperbaiki alat-alat pertanian seperti celurit, cangkul dan peralatan membajak, tidak boleh menyerah,” kata Budi yang mengaku sudah membantu ayahnya sejak SD.

“Rata-rata hanya menyambung besinya, ongkosnya murah yaitu Rp55 ribu untuk cangkul, dan Rp40 ribu untuk sabit,”

Saat ini, bengkel tersebut sangat laris, hal ini karena kualitas yang dibuat hampi sama dengan membeli yang baru, Budi sebagai anak dari Giman dalam sehari bisa menerima 10 orderan perbaikan. Pesanannya tiap hari juga tambah banyak.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2017/01/03/bengkel-giman-tumpang-apa-kabar-sekarang/
Comments
Loading...