Sejarah Bendung Sentig

0 43

Bendung Sentig

Bendung Sentig merupakan sebuah bendung yang dibangun melintasi aliran Sungai Cipeles. Lokasinya berada di Kampung Andir Desa Rancamulya, tepatnya di perbatasan antara Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara dengan Desa Cisalak Kecamatan Cisarua.

Bendung ini dibangun untuk membendung aliran sungai Cipeles yang airnya melimpah dan mengalirkannya ke saluran irigasi yang berada di kiri dan kanan aliran Sungai Cipeles. Air yang melewati saluran irigasi ini akan mengairi hektaran lahan pesawahan yang berlokasi di 17 desa di Kecamatan Ganeas, Cisarua, Sumedang Selatan sampai Kecamatan Situraja.

Sebelum dibangun bendung Sentig, areal pesawahan di bagian hilirnya sering kali mengalami kekeringan padahal dilewati aliran sungai Cipeles. Dengan melihat kondisi ini, pemerintah Kabupaten Sumedang yang pada waktu itu dipimpin oleh Bupati Mayor Adang Kartaman yang menjabat dari tahun 1966 sampai dengan tahun 1970, berencana membangun bendungan irigasi Sentig di Kampung Andir.

Pembangunan bendung Sentig sebagai sarana irigasi ini dimulai pada tahun 1968 dengan dibangunnya pondasi-pondasi bangunan bendung. Pembangunan saluran irigasi dari bendung Sentig ini sempat mengusik ketenangan Pondok Pesantren Al-Falahiyah di Desa Cikoneng. Pesantren yang didirikan oleh KH. Ahmad Falah ini akan terbelah menjadi dua bagian karena berada di jalur saluran irigasi. Patok-patok tanda saluran irigasi berada persis di dalam kompleks pesantren. Melihat kondisi ini akhirnya, Bupati Sumedang memindahkan saluran irigasi Sentig dari kompleks pesantren menjadi di luar pesantren.

Pembangunan bendung Sentig akhirnya bisa diselesaikan pada tahun 1972. Dan airnya bisa mengaliri hektaran pesawahan di sisi kiri dan kanan aliran sungai Cipeles. Kini, air irigasi yang berasal dari bendung Sentig bisa menghidupi sekitar 8.500 kepala keluarga yang menggarap lahan pesawahan di hilirnya.

Walau banyak yang menggantungkan hidupnya pada keberfungsian bendung Sentig dengan air irigasinya, namun saluran irigasi dari bendung Sentig tidak terlepas dari permasalahan. Tanah di sekitar saluran irigasi merupakan tanah yang kurang solid. Sehingga jika terjadi hujan turun cukup lebat, hampir selalu terjadi longsor di beberapa titik. Ada sekitar 20 titik longsor di sepanjang saluran irigasi Sentig.

Untuk mengatasi permasalahan tanah longsor yang menimbun saluran irigasi ini, para petani yang menggunakan irigasi ini bekerja bakti membetulkan saluran yang terkena longsor. Salah satu longsor yang paling parah terjadi pada tahun 2010. Longsor yang terjadi pada akhir bulan Mei tersebut memutus saluran irigasi sebelah kiri yang menuju ke wilayah Desa Bantarmara sepanjang 40 meter. Sehingga, lahan pesawahan seluas kurang lebih 72 hektar di wilayah Bantarmara mengalami kekeringan dan hanya bisa ditanami tanaman palawija ketika di musim kemarau.

Source http://sumedangtandang.com http://sumedangtandang.com/direktori/detail/bendung-sentig.htm
Comments
Loading...