Sejarah Balai Peternakan Somalang

0 28

Balai Peternakan Somalang

Balai Peternakan Somalang, Kecamatan Pakong, Kabupeten Pamekasan, Madura dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1944, satu tahun sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun 1948 dengan bantuan Pemerintah Belanda pembanmgunannya dilanjutkan kembali oleh pemerintah RIS. Balai yang menpunyai luas 5 hektare lebih ini, tercatat dalam sejarah peternakan di Indonesia sebagai salah satu perintis pengembangan program Inseminasi Buatan sejajar dengan Balai Inseminasi Buatan Lembang di Jawa Barat dan Balai Peternakan Ungaran di Jawa Tengah. Balai yang berlokasi l5 km kearah utara Kabupaten Pamekasan terletak di Kecamatan Pakong. Termasuk wilayah dataran tengah perbukitan berhawa sejuk dan kaya akan sumber air.

Dilihat dari bahan dan bentuk bangunan masih terlihat jelas sisa “kejayaan” balai ini. Kantor, kandang utama, perumahan karyawan dan sisa fasilitas bangunan yang kuat dan kokoh menjadi saksi bisu tak terbantahkan bahwa ditempat ini ada jejak sejarah pembamngunan Peternakan di Indonesia. Konon bapak Drs.Moh.Hatta, mantan wakil Presiden Republik Indonesia menyempatkan berkunjung ke balai ini beberapa tahun setelah beliau mengunbdurkan diri sebagai wakil Peresiden Republik Indonesia.

Tercatat dalam sejarah tahun 1950 pemerintah mendatangkan 30 ekor sapi Red Denish untuk dikembangbiakkan sebagai sumber plasma nutfah untuk dikawin silangkan dengan sapi Madura. Penyilangan pada awalnya dilakukan dengan kawin alam, tetapi sejalan dengan berkembangnya teknologi kawin suntik penyilangan dilakukan dengan teknologi IB dengan straw cair. Keturunan sapi hasil silang ini dikenal dengan sapi “emas” pakong. Mungkin karena bulunya kuning cerah keemasan, bentuk tubuh relatip lebih panjang dan “Dual Purpose” (multi guna dan dapat diperah). Walaupun sejak tahun 1970-an Balai Somalang ini fakum, sampai dengan tahun 2005 jejak keturunan sapi emas pakong masih dijumpai dan diusahakan sebagai sapi perah.

Antara tahun 1970 sampai dengan 1992 hampir tidak ada kegiatan menonjol, tanah balai hanya dimanfaatkan sebagai lahan pembibitan rumput gajah, setaria, king grass / rumput Australia. Tahun 1993 balai ini mengalami/mendapatkan perbaikan dan tambahan kandang kapasitas 40 ekor pedet sapi Madura untuk stasiun uji performance (SUP). Pedet jantan terbaik yang ada ditingkat populasi dasar dibeli dan dikirim ke Balai ini untuk dipilih yang mempunyai performance terbaik, kegiatan ini masih dalam ruang lingkup program Village Breeding Centre (VBC). Program VBC ini terhenti akibat krisis moneter 1998.

Source http://disnak.jatimprov.go.id http://disnak.jatimprov.go.id/web/layananpublik/readopini/989/balai-peternakan-somalang-kecamatan-pakong-kabupaten-pamekasan-taman-agrowisata-bumi-somalang-dulu-kini-dan-yang-akan-datang-
Comments
Loading...