situsbudaya.id

Stasiun Kereta Api Pekalongan

0 107

Lokasi Stasiun Kereta Api Pekalongan

Stasiun Besar Kota Pekalongan (PK) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Jl. Gajah Mada, Bendan, Pekalongan Barat, Pekalongan. Stasiun ini berada di tempat yang sangat strategis karena persis berada di Jalan Pantura. Stasiun yang terletak pada ketinggian +4 m dpl ini berada di di Daerah Operasi 4 Semarang.

Stasiun Kereta Api Pekalongan

Stasiun Pekalongan mulai dibuka untuk umum sejak 1 Febuari 1899. Pembukaan itu sekaligus peresmian lintas seksi terakhir Pekalongan – Pemalang sejauh 33,8 Kilometer dari total keseluruhan pembangunan jalur trem uap Cirebon – Pekalongan – Semarang.

Sama seperti stasiun-stasiun lain pada lintas yang sama, awalnya perusahaan trem partikelir Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) membangun stasiun Pekalongan dengan bentuk cukup sederhana. Sepanjang tahun-tahun awal operasional stasiun,penggunaannya lebih banyak ditujukan untuk tempat mengumpulkan hasil panen tanaman ekspor sebelum dikirim ke pelabuhan Semarang.

Renovasi Stasiun Kereta Api Pekalongan

Desain stasiun lama (1899 – 1919) saat itu lebih mengutamakan fungsi bangungan tanpa adanya ukiran-ukiran atau ornamen unik lainnya. Sebelum direnovasi, stasiun Pekalongan lama hanya terdiri dari bangunan utama, yaitu ruang administrasi stasiun yang terbuat dari bangunan bata sederhana dengan atap genteng dan kanopi kayu untuk tempat penumpang dan bongkar barang.

Pada proyek peningkatan jalan Trem Cirebon – Pekalongan – Semarang menjadi jalur kereta api (1912-1921), stasiun Pekalongan turut direnovasi besar. SCS membongkar stasiun lama dan membangun stasiun baru yang lebih megah. Peresmian stasiun baru Pekalongan diselengggarakan pada tahun 1919. Arsitekturnya pun dibuat untuk menyambut lebih ramah kepada penumpang, kanopi yang menaungi peron penumpang dibuat berbahan genteng merah. Tutupan samping kanopi tidak berubah bentuknya, tetapi ditambah delapan belas jendela kotak kaca selain menimbulkan kesan modern juga sebagai ventilasi cahaya agar suasana dibawah kanopi lebih terang.

Desain bangunan-bangunan di bawah kanopi itu masih ada pengaruh gaya yunani kuno, tetapi lebih banyak bernuansa “Art Nouveau”  yaitu sederhana dan sedikit ornamen.

Selain untuk penumpang, Stasiun Pekalongan juga tetap melayani angkutan barang termasuk kereta api lintas cabang dari daerah gula Wonopringgo yang dikirim langsung ke Semarang. Sedangkan jalur-jalur angkutan lori barang sepur sempit (600 mm) dari pelosok karesidenan terpisah dari peron penumpang.

Source Stasiun Kereta Api Pekalongan Jawa Tengah
Comments
Loading...