Sao Mario

0 121

Sao Mario

Sao artinya Rumah sedangkan Mario artinya Gembira. Namun pun demikian, bukan berarti Sao Mario ini hanya dipakai untuk bergembira saja dalam konteks yang lebih sempit, tetapi dalam konteks yang lebih luas, juga dipakai untuk Bersenang-senang.

Rumah Adat Sao Mario terletak di Kelurahan Manorang Salo Kecamatan Marioriawa, yang berjarak sekitar 30 Km dari Kota Watangsoppeng. Pemilik dari rumah adat Sao Mario ini adalah Prof. Dr. H. Andi Mustari Pide, SH dan Hj. A. Sitti Runiang. Pemilik rumah ini adalah orang asli dari Batu-batu, Kec. Marioriawa, Kab. Soppeng yang terbilang sukses di tanah rantau. Adapun Sang Arsitek Tunggal rumah adat Sao Mario, Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, MT yang dibangun pada akhir tahun 1989 yang saat ini menjadi salah satu dosen terbaik yang dimiliki oleh Universitas Negeri Makassar.

Keunikan
Rumah adat ini juga dikenal sebagai Bola Seratu’E atau Rumah Seratus, karena jumlah tiang rumah yang terdapat di rumah adat sao mario berjumlah lebih dari 100 tiang. Berdiri di atas tanah seluas dua hektar, dengan panjang rumah 40 meter dan lebar 14 meter. Jadi tidak hanya itu, rumah adat kebanggaan masyarakat Soppeng ini terdiri atas 4 pilar didepan dengan diameter 50 cm dan semuanya menggunakan kayu hitam atau aju bolong. Kita semua juga perlu memahami bahwa rumah adat ini selain berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga, juga difungsikan sebagai tempat menyimpan benda-benda pusaka dari berbagai Propinsi se-Indonesia

Di Kompleks Rumah Adat Sao Mario yang berdiri kokoh di atas tanah dengan luas sekitar 12 Hektar. Selain terdapat rumah adat khas Suku bugis, juga terdapat berbagai jenis rumah adat khas suku lainnya yaitu : Rumah adat Bugis diberi nama “Sao Mario”, Rumah adat Mandar dengan nama “Boyang Mario”. Rumah adat Makassar “Balla Mario”. Rumah adat Toraja “Tongkonan Mario” dan Rumah Lontar dengan nama “Lontara Mario“.

Saat ini Rumah adat “Sao Mario” secara umum berfungsi sebagai museum dengan koleksi berbagai jenis barang antik yang bernilai tinggi dari berbagai daerah di Indonesia seperti: Kursi antik, Meja antik, tempat tidur, senjata tajam ,tulang manusia, dan berbagai macam batu permata. selain itu Sao Mario juga di fungsikan untuk lokasi acara-cara berbau adat, sebagai contoh Rumah adat “Sao Mario” pernah digunakan untuk Acara Ulang Tahun Kab. Soppeng. Saoraja juga digunakan untuk acara pernikahan, sebagai tempat tinggal bagi pemilik dan beberapa orang lainnya. serta tempat para raja-raja terdahulu atau pemimpin terdahulu melakukan rapat.

Source https://nehanesia.com https://nehanesia.com/rumah-adat-bugis/
Comments
Loading...