Rumah Tua Raja Perani Natuna

0 18

Rumah Tua Raja Perani

Bangunan rumah Raja Perani dibangun sekitar tahun 1930 oleh Raja Muhamad Said. Raja Muhamad said merupakan salah satu tokoh masyarakat sedanau yang berasal dari penyengat dengan orang tuanya bernama Raja Haji Jaafar. Rumah Tua Raja perani merupakan tipe rumah melayu dengan bentuk panggung, dengan tinggi dari tanah sekitar 1,2 meter dengan bahan terbuat dari kayu. Bangunan ini terdiri dari 2 bagian yaitu bagian bangunan depan (bangunan induk) dan bangunan tambahan (dapur) yang menyatu dengan bangunan induk. Bangunan induk Bangunan induk memiliki arah hadap utara dengan ukuran panjang 9,98, dengan lebar 9,85, dengan tinggi dari lantai 1, 2 meter. Bangunan induk memiliki 18 buah tiang dan 2 tiang penyangga. Atap bangunan ini terbuat dari seng dengan bentuk seperti bungkus nasi. Pintu masuk sebanyak 4 buah, 3 buah di depan dan 1 buah untuk bangunan tambahan.

Sedangkan jendela sebanyak 10 buah (2 dibagian depan, 4 buah dibagian kiri dan 4 buah dibagian kanan). Bagian dalam dari bangunan induk ini terdiri dari 4 kamar, yang diberi plafon yang terbuat dari kayu, sebagian besar dari plafon sudah hancur. Kamar-kamar terdapat dibagian depan sebanyak 2 buah dan samping kanan 1 buah. Terdapat ruangan lepas diantara kamar dengan bangunan tambahan (dapur). Lantai terbuat dari kayu. Tiang dari bangunan ini terbuat dari kayu dengan ukuran tiang 15 x 15 cm. pada bagian yang menyatu dengan tanah diberi batu sendi dengan ukuran 25 x 25 cm yang terbuat dari batu. Bangunan belakang yang merupakan dapur memiliki ukuran panjang 7 meter dengan lebar 4,8 meter yang menyatu langsung dengan tanah. Secara arsitktural bangunan ini belum mengalami perubahan sejak dibangun dan belum terdapat pergantian bahan.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Natuna.pdf
Comments
Loading...