Rumah Tradisional Suku Saurai

0 14

Rumah Tradisional Suku Saurai

Pada masa dahulu Uma ini digunakan ketika upacara akan menangkap ikan, babi hutan, kura-kura (penyu), pengobatan, pemanggilan roh, dan pesta Pangurai. Uma ini dimiliki oleh 11 Kepala keluarga. Jumlah tempurung kura-kura menandakan sudah berapa kali mereka dapat kura-kura dan pesta. Penempatan yang di luar yang pertama didapat, yang di dalam perolehan yang kedua. Bangunan ini dibuat dengan struktur kayu, berdinding papan, berlantai papan, beratap rumbia. Bangunan ini dibagi menjadi 3 ruangan besar, ada tempat Abukerei, tempat menari, untuk berkumpul, makan dan masak. Secara pembagian ruangan ada 1 kamar tidur, 1 dapur yang terletak sebelah menyebelah. Ukuran uma yang sebenarnya 6 x 3 depa. Pintu bangunan terbuat dari kulit kayu meranti putih, yang diberi pewarna merah. Pembangunan uma oleh suku sendiri, namun kalau tidak dapat, mereka mencari orang lain di luar suku dengan mengorbankan ternak mereka. Hiasan burung yang ada di dinding rumah dan digantung di ruangan adalah lambang roh. Kalau dapat penyu besar, mereka buat satu buah. Biawak adalah semacam tato, lambang sudah tua (rumah). Gambar monyet melambangkan rezeki. Kayu/papan melengkung digunakan untuk membagi jatah waktu pesta.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Mentawai.pdf
Comments
Loading...