Rumah Tradisional Gajah Maharam Sumatera Barat

0 126

Lokasi Rumah Tradisional Gajah Maharam

Rumah Tradisional Gajah Maharam Terletak di Jalan Lintas Km 1 Nomor 107 Desa Kampai Tabu Karambia, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Sumatera Barat.

Rumah Tradisional Gajah Maharam

Berdasarkan keterangan ahli waris dan beberapa sumber, rumah ini merupakan rumah bagi kaum suku Chaniago, yang kepala kaumnya adalah Husien Dt. Bandaro. Selain itu rumah ini juga digunakan sebagai rumah kediaman Engku Lareh di Solok. Selain difungsikan sebagai rumah hunian dan tempat pelaksanaan acara-acara adat, rumah ini dahulunya juga digunakan sebagai tempat untuk belajar pidato bagi para pemuda di daerah Solok dan sekitarnya.

Rumah ini mulai dibangun pada tahun 1901 dan selesai pengerjaannya pada tahun 1904. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, sekarang rumah ini tidak dihuni lagi karena bangunannya sudah miring dan hanya dipakai pada saat-saat tertentu, seperti kalau ada keluaraga atau ahli waris dari rumah ini yang meninggal maka akan disemayamkan dulu di tempat ini baru di bawa ke pemakaman. Secara umum Rumah Tradisional Gajah Maharam ini merupakan milik Kaum Dt. Bandaharo, Suku Chaniago.

Secara keseluruhan rumah ini terbuat dari bahan kayu dan atap yang berbahan seng. Arah hadap bangunan adalah arah utara. Rumah Gadang Gajah Maharam memiliki gonjong sebanyak lima buah, empat buah di bagian atap dan sebuah di bagian depan sebagai pelindung tangga masuk rumah. Berdasarkan hasil wawancara dengan ahli waris, jenis kayu sebagai bahan utama komponen bangunan adalah kayu Juar, Surian dan ruyung (pohon kelapa). Sedangkan untuk dinding pada timur, barat dan selatan rumah di gunakan Sasak. Secara umum bangunan ini dipenuhi oleh ukiran-ukiran dengan motif flora (tumbuhan). Ukiran-ukiran ini pada umumnya terletak pada bagian depan rumah (sisi utara) dan pada bagian dalam bangunan.

Bangunan rumah gadang ini memiliki denah empat persegi panjang dengan jumlah tiang penopang bangunan yang berjumlah 30 buah. Pada bagian dalam bangunan terdapat 4 buah kamar yang terletak pada sisi selatan bangunan yang berjejer arah timur-barat. Pada masing-masing pintu kamar ini terdapat ukiran-ukiran bermotif flora berupa les pintu. Sedangkan pada bagian atas pintu kamar terdapat ukiran berbentuk setengah lingkaran dengan motif flora dan mahkota. Diperkirakan motif mahkota ini dipengaruhi oleh masa kolonial.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/2016/12/08/arsitektur-rumah-tradisional-minangkabau-ini-menyerupai-gajah-mengeram/
Comments
Loading...