Rumah Tradisional Bubungan Tinggi dan Gajah Baliku Kalimantan Selatan

0 150

Rumah Tradisional Bubungan Tinggi dan Gajah Baliku

Rumah Tradisional Bubungan Tinggi dan Gajah Baliku terletak di Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Tepatnya berada pada koordinat 259257.72 m E, dan 9626404.41 m S. Rumah tradisional berada di tepi Sungai Martapura, berjarak kurang lebih 60 meter, dan berada di lingkungan dataran rendah dan berawa. Saat ini di kanan dan kiri rumah tradisional sudah mulai padat akan pemukiman penduduk. Tidak banyak lagi ditemui rumah dengan tipe arsitektur serupa di kawasan ini. Berdasarkan hasil observasi, terdapat 2 (dua) rumah tradisional di kawasan Teluk Selong Ulu. Rumah tradisional ini berjarak sekitar 2 km ke arah Barat dari Rumah Tradisional Bubungan Tinggi.

Saat ini dapat dikatakan bahwa rumah ba-anjung atau rumah Bubungan Tinggi yang merupakan arsitektur klasik Banjar itu tidak banyak dibuat lagi. Sejak tahun 1930-an orang-orang Banjar hampir tidak pernah lagi membangun rumah tempat tinggal mereka dengan bentuk rumah ba-anjung. Masalah biaya pembangunan rumah dan masalah areal tanah serta masalah mode nampaknya telah menjadi pertimbangan yang membuat para penduduk tidak mau membangun lagi rumah-rumah mereka dengan bentuk rumah ba-anjung. Banyak rumah ba-anjung yang dibangun pada tahun-tahun sebelumnya sekarang dirombak dan diganti dengan bangunan-bangunan bercorak modern sesuai selera jaman. Tidak jarang dijumpai di Kalimantan Selatan si pemilik rumah ba-anjung justru tinggal di rumah baru yang (didirikan kemudian) bentuknya sudah mengikuti mode sekarang.

Bentuk rumah Bubungan Tinggi diibaratkan tubuh manusia terbagi menjadi 3 bagian secara vertikal yaitu kepala, badan dan kaki. Sedangkan anjung diibaratkan sebagai tangan kanan dan tangan kiri yaitu anjung kanan dan anjung kiwa (kiri). Pada rumah bubungan tinggi bagian tersebut berupa bagian pondasi, tiang (bagian kaki), bagian badan berupa bangunan utama seperti dinding bangunan, lantai, teras, ruangan privat, ruangan tengah, dan dapur. Serta atap bangunan yang diibaratkan sebagai (kepala).

Kondisi geografis serta iklim di Kalimantan Selatan yang berawa membuat pola pemukiman masyarakat pada masa lalu membuat rumah dengan tiang tinggi. Hal ini sebagai salah satu bentuk adaptasi masyarakat terhadap lingkungannya. Kondisi alam tersebut membuat bangunan dibuat lebih tinggi dari tanah sekitar.

Struktur di Rumah Bubungan Tinggi terbuat dengan konstruksi kayu. Konstruksi dimulai dari dasar, papan instalasi, kemudian sampai ke kasau. Konstruksi tersebut membentuk struktur kerangka seluruh sistem stabil dan memiliki kekakuan baik secara vertikal dan lateral. Rumah Bubungan Tinggi memiliki struktur bentang panjang dan mampu berdiri stabil di bawah tanah lemah (berawa), dengan beban yang berbeda di bagian depan, tengah dan belakang rumah, serta berat dari bahan bangunan. Tingkat kesulitan yang tinggi dalam pembangunan rumah, membawa kearifan budaya lokal yang menyatu dengan alam. Hasil arsitektur dan bangunan rumah bubungan tinggi merupakan salah satu bentuk adaptasi terhadap lingkungan yang telah dibuat oleh masyarakat setempat.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbkaltim/ke-rumah-tradisional-bubungan-tinggi-dan-gajah-baliku/
Comments
Loading...