Rumah Raja Air Bangis Pasaman Barat

0 21

Rumah Raja Air Bangis

Bangunan ini merupakan bukti lain selain Makam Syarif Muhammad yang menjadi bukti eksistensi Kerajaan Air Bangis. Rumah Raja Air Bangis merupakan salah bukti dari dari keberadaan Kerajaan Air Bangis pada masa lalu. Rumah Raja Air Bangis secara arsitektural berbentuk rumah hunian lokal berupa rumah panggung atau rumah berkolong dengan hampir semua unsur bangunan berbahan kayu. Rumah Raja Air Bangis secara keseluruhan berdenah empar persegi panjang dengan ukuran panjang 25 m lebar 9,5 m. Bangunan inti memiliki ukuran 21 m x 9,5 m, kemudian bagian serambi rumah dengan ukuran 9,5 m x 4,5 m. Atap rumah berbentuk limas segitiga dengan menggunakan bahan seng.

Rumah ditopang oleh beberapa tiang kayu yang hingga saat ini masih asli. Lantai rumah masih asli berbahan kayu. Pada bagian depan rumah terdapat bangunan serambi. Bangunan serambi memiliki ukuran panjang 9,5 m lebar 4,5 m dengan menggunakan bahan kayu. Bangunan serambi ditopang oleh 8 tiang kayu berpahat yang dilapisi cat warna kuning dan merah bata. Pada bagian samping serambi juga dilengkapi dengan pagar yang dihiasi dengan ornamen. Bangunan serambi terlihat cukup luas untuk menampung para 38 tamu raja pada masa lalu. Bangunan serambi berlantai kayu yang dilengkapi dengan beberapa tempat duduk. Pintu rumah mengadopsi unsure arsitektural lokal dengan bentuk tinggi. Pintu rumah masih dalam kondisi asli, termasuk pegangan pintu. Pintu rumah menghadap ke arah utara (Jalan raya).

Pintu rumah memiliki ukuran lebih dari 2 m, bagian atas pintu dilengkapi dengan ornament berbentuk medali dan sulur-suluran yang juga berfungsi sebagai lubang ventilasi. Jendela di Rumah Air Bangis berjumlha 12 buah yaitu 2 pada bagian depan, 5 pada samping kanan dan 5 pada samping kiri. Jendela pada bagian depan juga dilengkapi dengan ornamen hias yang hampir sama dengan ornamen hias pada bagia atas pintu masuk rumah. Ornamen berbentuk medali (unsur Belanda) dan suluran (unsure lokal) yang dilapisi oleh cat berwarna kuning. Selain itu, pada bagian kolong rumah, khususnya tiang kolong juga menggunakan bahan kayu yang pada bagian bawahnya dilengkapi dengan batu sandi yang menjadi ciri khas bangunan tradisional di Minangkabau pada masa lalu. Kolong rumah memiliki tinggi sekitar 1 m dari muka tanah. Pada bagian depan rumah, terdapat anak tangga masuk yang menggunakan bahan semen. Anak tangga berjumlah 5 anak tangga yang dilapisi keramik putih. Bagian dinding tangga dibuat dengan menggunakan semen, yang kemudian dilapisi cat warna kuning dan merah bata.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Pasaman-Barat.pdf
Comments
Loading...