Rumah Radakng Pontianak

0 256

Rumah Radakng Pontianak

Rumah Radakng atau bisa disebut dengan longhouse merupakan satu di antara ciri khas Provinsi Kalimantan Barat. Rumah Radakng adalah sebutan untuk rumah panjang suku Dayak Kanayatn di Provinsi Kalimantan Barat. Rumah adat ini diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH dan menjadi satu di antara ikon Kalimantan Barat dan Kota Pontianak.

Letaknya yang berada di Komplek Perkampungan Budaya di Jalan Sutan Syahrir, Kota Baru, Pontianak, berdampingan dengan Rumah Melayu Kota Pontianak, menjadikan rumah adat ini sebagai pendorong dan tonggak bukti tingginya toleransi antar umat berbudaya di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.

Bangunan Rumah Radakng Pontianak

Saat kita memasuki kawasan Rumah Radakng ini, maka mata kita akan langsung tertuju pada 6 tiang besar di depan Rumah Radakng yang di atasnya terdapat burung Enggang Gading yang menjadi simbol kegagahan dan kekuatan bagi Suku Dayak Kalimantan Barat. Tak heran jika banyak wisatawan lokal maupun mancanegara langsung mengeluarkan kameranya dan berfoto dengan latar keenam tiang besar tersebut, sebagai satu di antara ciri khas Rumah Radakng.

Sisi lain yang menarik jika kita memasuki kawasan Rumah Radakng yaitu arsitektur yang digunakan. Sesuai dengan namanya, rumah adat ini merupakan rumah panggung dengan tinggi 7 meter. Bukan tanpa alasan rumah adat ini dibangun berbentuk panggung. Jika di pedalaman kalimantan, alasan rumah Suku Dayak dibentuk berpanggung dimaksudkan untuk melindungi keluarga dari serangan binatang buas dan antisipasi jika terjadi banjir.

Selain tinggi 7 meter, kita bisa melihat bahwa Rumah Radakng memiliki 2 tiang utama sebagai penopang bangunan serta memiliki panjang bangunan 138 meter. Tak heran jika rumah ada ini sukses menjadi rumah adat terbesar di dunia, serta mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai rumah adat terpanjang di Indonesia.

Pada umumnya rumah adat panjang di Kalimantan Barat memiliki konstruksi yang unik, begitu juga dengan konstruksi yang dimiliki oleh Rumah Radakng. Bila kita melihat di deretan tiang 6 besar yang di atasnya terdapat Burung Enggang, maka kita dapat melihat tangga yang biasanya disebut Hejot.

Jumlah tangga haruslah ganjil, sehingga pada Rumah Radakng kita bisa melihat 3 tangga di bagian tengah rumah, serta di ujung kiri dan kanan. Setelah kaki kita menaiki tangga yang terbuat dari kayu setapak demi setapak, maka kita akan sampai di badan rumah bagian atas. Badan rumah panjang pada umumnya menggunakan kayu ulin yang kokoh dan dapat bertahan lama.

Setiap ruangan disekat-sekat dengan dinding yang terbuat dari papan kayu. Lantai rumah pada umumnya menggunakan kayu yang terbuat dari bambu, belahan batang pinang atau kayu bulat. Walaupun pada Rumah Radakng materialnya didominasi oleh beton, namun hal tersebut tidak menghilangkan kesan tradisional dan kearifan lokal dari Kalimantan Barat.

Ciri khas kearifan lokal tersebut bisa kita lihat dari ukiran-ukiran motif dengan relief yang beraneka ragam. Motif-motif tersebut terdapat pada pintu-pintu di Rumah Radakng, lalu pada tiang penyangga, dan di dekat atap bagian atas. Motif tersebut dominan berwarna merah yang merupakan warna khas Suku Dayak. Warna merah melambangkan keberanian. Di dalam rumah adat ini, terdapat ruang utama yang mampu menampung hingga 600 orang.

Di bagian belakang dari Rumah Radakng, kita bisa lihat halaman belakang yang begitu luas, serta terdapat taman-taman kecil di belakangnya. Hal tersebut menambah keindahan dan kemegahan dari Rumah Radakng. Halaman rumah adat ini memang didesain cukup luas untuk digunakan berbagai aktivitas budaya lainnya. Banyak event-event yang diadakan di Rumah Radakng ini, seperti Pekan Gawai Dayak XXXI, Pontianak Event Project, Gebyar Bulan Bung Karno (BBK) Kalimantan Barat 2016, dan acara lainnya.

Jika kalian berkunjung dan liburan ke Kalimantan Barat, pastikan untuk berkunjung ke Rumah Radakng yang menjadi satu di antara ikon wisata adat di Kota Pontianak. Posisinya berada di depan Bundaran Kota Baru. Tampilan dan arsitekturnya yang unik nan megah, sering mengundang turis lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke tempat ini. Rumah adat yang menjadi rumah adat terbesar di dunia dan merupakan simbol semangat kekeluargaan, keagungnganm persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat.

Transportasi Menuju Rumah Radakng

Kendaraan Pribadi
Jika memulai perjalanan dari Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, maka anda bisa memilih untuk melewati Jalan Arteri Supadio – Jalan Jend. Ahmad Yani – Bundaran Tugu Digulist – Jalan Jend. Ahmad Yani – Belok kiri ke Jalan Sultan Abdurrahman – Jalan Sutan Syahrir – Sebelah kanan terdapat Rumah Adat Radakng. Waktu tempuh dari Bandara Supadio sekitar 33 menit / 17,4 Km.

Jika anda memulai perjalanan dari Kota Singkawang sebagai satu di antara pusat wisata di Kalimantan Barat, maka anda bisa memulai perjalanan dari Kota Singkawang – Kota Pontianak – Jalan Sultan Hamid/ Jembatan Kapuas I – Jalan Pahlawan – Belok Kanan ke Jalan Gajah Mada – Belok Kiri ke Jalan Gusti Sulung Lelanang – Jalan Sultan Abdurrahman – Jalan Sutan Syahrir – Sebelah kanan terdapat Rumah Adat Radakng. Waktu tempuh dari Kota Singkawang jika tanpa hambatan macet sekitar 3 jam 21 menit / 156 Km.

Source Rumah Radakng Pontianak KalBar
Comments
Loading...