Rumah Percetakan Uang Nagari Kambang

0 26

Rumah Percetakan Uang

Rumah bekas percetakan uang ini merupakan bangunan perumahan untuk tempat tinggal yang dihuni sejak zaman belanda dan jepang. Bangunan ini didirikan sekitar tahun 1800-an. Waktu Belanda kalah melawan Jepang bangunan ini diambil alih oleh Jepang. Sewaktu perjuangan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945-1950, bangunan ini dijadikan sebagai tempat mencetak uang. Uang yang dicetak hanya berlaku untuk Kabupaten Pesisir Kerinci (Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Kerinci). Semenjak tahun 2004 rumah ini dijadikan tempat mengaji TPA/TPSA jorong Dusun Tengah Koto Pulai. rumah percetakan uang ini dapat bantuan pemugaran dari Pemda setempat dengan dana sekitar 100 juta rupiah, semanjak tahun 2011 kementrian agama memberikan dana sebesar 10 juta/tahun untuk operasional dan gaji guru mangaji.

Bentuk bangunan ini memanjang dari arah utara selatan dengan bahan dari kayu. Bangunan ini berukuran 12,80 m, lebar 10,6 m dan tinggi 7,5 m. Lantai dari bangunan ini ditinggikan setinggi 1,4 m dari permukan tanah dengan tiang-tiang penyanggga sebanyak 22 buah. Ruang bangunan ini terdiri dari ruang rapat/pencetak uang dengan ukuran 12,8 m x 3,2 m, kamar dengan ukuran 3,2 x 3,2 m, ruang tempat pengungsi dengan ukuran 9,6 m x 3, 2 m, dan bagian dapur dengan ukuran 3,2 x 2,2 m. Jendela pada bangunan ini terbuat dari kayu dengan bentuk jendela papan biasa. Atap, dinding dan lantai bagunan ini tidak asli lagi karena sudah di pugar oleh pemda setempat, hanya pintu masuk bangunan ini yg masih bangunan lama. Pintu terbuat dari pintu panil yang diberi ukiran pada bagian pintu dengan ukuran pintu 0,75 m c 1,85 m. Sebagian dari ventilasai bangunan ini terbuat dari ukiran kayu yang berbentuk lingkaran dengan diameter 37 cm. Sedangkan ventilasi yang lain tidak terdapat ukiran kayu yang berbentuk lingkaran, karena hilang saat pemugaran bangunan ini. Pemasangan dinding bagian luar dari bangunan ini berbentuk zigzag yang diberi les, sedangkan dinding bagian dalam bangunan tidak berbentuk zigzag. Pada bagian teras terdapat pagar yang terbuat dari papan. Pemasangan pagar teras mempergunakan les yang mempunyai nilai seni yang cukup tinggi.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Pesisir-Selatan.pdf
Comments
Loading...