Rumah Misionaris DR. Albertus Cornelious Kruyt Sulawesi Tengah

0 74

Rumah Misionaris DR. Albertus Cornelious Kruyt

Bekas Rumah tinggal,  DR. Albertus Cornelious Kruyt adalah misionaris utusan pekabaran injil di tanah poso pada akhir abad-19 mereka A.C Kruyt tahun 1892 dan Dr.N.Adrianitahun 1895, Rumah tinggal A.C Kruyt yang terletak di jalan Ue Datu, Kelurahan Pamona, Kecamatan Pamona Peuselemba, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, merupakan bangunan yang memiliki corak bangunan kolonial. Ciri bangunan kolonial yang digunakan pada bangunan tersebut adalah penggunaan halaman rumah yang luas, denah bangunan yang simetris terdiri dengan satu lantai, dibagian dalam terdapat serambi tengah yang menuju ke ruang tidur dan kamar-kamar lainnya, ruang dapur yang tidak menyatu dengan bangunan induk, dan menggunakan model atap perisai.

Letak koordinat bekas rumah tinggal Kruyt berada pada titik LS 1° 45′ 42,22″ – BT 120° 38′ 26,66″ dengan ketinggian 528 mdpl. Batas wilayah di sekitar lingkungan rumah, masing-masing berbatasan dengan : Sebelah Utara berbatasan dengan bangunan sekolah SLTP I GKST Tentena, Sebelah Timur berbatasan dengan jalan Ue Datu, Sebelah Selatan berbatasan dengan jalan Ue Datu, Sebelah Barat berbatasan dengan Asrama Puteri STT.

Bekas rumah Kruyt yang tidak diketahui secara pasti kapan dibangun, dirawat pihak pengelola Yayasan Gereja Sinode Tentena, dan menempatkan penjaga rumah di bagian ruang belakang sekaligus melakukan perawatan bangunan induk. Meskipun rumah tersebut memiliki juru rawat dari pihak yayasan gereja, bangunan tersebut tidak terawat dengan baik. Halaman rumah ditumbuhi dengan rumput setinggi betis orang dewasa.

Fisik luar bangunan induk masih kokoh, dengan menggunakan pondasi bangunan untuk meninggikan dinding dan lantai terbuat dari semen yang licinkan bagian permukaannya. Konstruksi dinding bangunan berkolom yang dilapisi dengan campuran semen dan kapur. Pintu depan dapat dilalui dengan dua pintu yang terletak di sisi kanan dan kiri, serta terdapat tiga pintu di bagian belakang yang salah satunya berfungsi sebagai pintu untuk memasuki ruang tengah bangunan.

Jendela rumah yang digunakan pada bangunan terdiri dari dua model, yaitu model berbentuk persegi panjang dengan menggunakan bingkai kayu dan jendela berdaun ganda. Kemudian jendela depan yang terdapat di dekat pintu masuk, menggunakan model jendela berbingkai kayu dan kaca sebagai bagian penutup sekaligus berfungsi sebagai dinding bangunan serta ventilasi udara. Atap bangunan masing-masing menggunakan penopang dengan menggunakan balok kayu kemudian ditutupi dengan atap seng.

Ruang yang terdapat di dalam bangunan terdiri dari dua ruangan di bagian depan yang terletak di sebelah kanan dan kiri dan serambi tengah. Di antara serambi tengah memiliki satu pintu menggunakan kaca serta dilengkapi jendela sekaligus berfungsi sekat ruang yang terdapat di bagian belakang. Ruang di belakang memiliki dua kamar di sebelah kanan dan kiri, namun salah satu kamar di sebelah kiri hanya tersisa bagian bingkai dinding dan pintu yang terbuat dari kayu.

Bagian paling belakang terdapat dapur yang dihubungkan dari lantai bangunan induk dan diberikan kanopi sebagai bagian atap pelindung bangunan. Ruang belakang yang berfungsi sebagai dapur memiliki 5 ruangan yang berbeda dan setiap ruangan memiliki pintu dan jendela. Diantara bangunan induk dan dapur terdapat sebuah bak penampungan air setinggi 2 meter.

Di bagian samping bangunan induk terdapat sebuah bangunan yang masih menyambung dengan dapur, namun memiliki fungsi sebagai rumah tinggal yang saat ini ditempati oleh penjaga sekaligus perawat rumah bangunan bekas rumah tinggal Kruyt. Luas keseluruhan bangunan adalah 312,5 m2 .

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbgorontalo/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbgorontalo/rumah-misionaris-dr-albertus-cornelious-kruyt/
Comments
Loading...