Rumah Jil Belanda (Rutan Kelas II) Kep. Riau

0 20

Rumah Jil Belanda (Rutan Kelas II)

Beberapa sumber menyebutkan bahwa bangunan ini pada tahap awalnya dibangun oleh Portugis setelah menjatuhkan Melaka tahun 1511, kemudian diselesaikan pembangunannya oleh Belanda pada tahun 1867. Penjara ini merupakan penjara terbesar pada masanya di pantai timur Sumatra, mengimbangi penjara Sawah Lunto-Sumatra Barat. Bangunan penjara ini berbentuk huruf E dengan tiang-tiang bergaya Eropa. Kerangka atas terbuat dari kayu hitam (berlian) atau kayu balau.

Bagian atap sudah diganti dengan atap seng. Rumah Jil ini dilengkapi pula dengan beberapa bangunan/rumah untuk perkantoran, karyawan, dan penjaga penjara. Jumlah ruang tahanan sebanyak 21 buah dengan ukuran bervariasi, sebagian besar berukuran 8 X 5 meter. Kapasitas ruang tahanan antara lain: 45 orang, 17 orang, dan ada yang hanya 2 orang. Daya tampung keseluruhan, maksimal 250 napi. Namun, karena bertambahnya napi kapasitas maksimal tersebut bisa saja terlampaui, tercatat pada 14 Juni 2005 jumlah napi sebanyak 560 orang. Pintu masuk berbentuk lengkung, teras beratap beton melengkung ditopang dengan tiang/pilar berbentuk seperti gapura.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Provinsi-Kepulauan-Riau.pdf
Comments
Loading...