Rumah Jabatan Bupati Saksi Bisu Pemerintahan Kolonial Belanda di Sintang

0 56

Rumah Jabatan Bupati Saksi Bisu Pemerintahan Kolonial Belanda di Sintang

Rumah Jabatan Bupati Sintang atau Pendopo Bupati Sintang diusulkan menjadi cagar budaya nasional. Selain klasik, arsitektur ini menjadi saksi bahwa Pemerintahan Kolonial Belanda pernah eksis di Bumi Senentang.

Kendati telah uzur, seluruh sisi arsitektur terlihat masih asri dan indah. Bangunan berpondasi kayu belian tersebut tampak kokoh menopang rangka atas bangunan.

Ornamen bangunan baik tampak luar dan dalam masih orisinil. Perawatan terus dilakukan tanpa merubah keaslian dan ciri khas.

Di halaman depan arsitektur, hijaunya taman buatan mempermanis landscape bangunan yang menurut sejarah pernah didiami oleh Asisten Residen Belanda pada tahun 1882 silam.

“Menurut catatan sejarah sekitar tahun 1882 lalu, Asisten Residen Belanda tersebut tinggal di rumah yang kini menjadi Rumah Dinas Bupati Sintang,” terang Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sintang, Siti Musrikah.

Siti menuturkan hingga kini arsitektur masih sama seperti tempo dulu. Tidak ada perubahan mendasar baik model maupun ornamen bangunan.

Bila dibandingkan melalui foto-foto dokumentasi di buku yang ditulis oleh satu di antara anak Asisten Residen, kondisi arsitektur tidak jauh berbeda. “Jadi bangunan itu masih utuh, sampai hari ini seperti aslinya dulu. Unsur klasiknya masih sangat kental,” imbuhnya.

Sebagai langkah pelestarian arsitektur peninggalan sejarah, pihaknya mengusulkan Pendopo Bupati Sintang yang berlokasi di Jalan Pangeran Muda, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat ini menjadi cagar budaya nasional.

Selain bukti sejarah perjuangan bangsa, terdapat nilai-nilai historis dan ilmu pengetahuan bagi generasi penerus bangsa.

“Kami berharap usulan tersebut segera ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Kita harus menjaganya agar tetap ada,” harapnya.

Source http://pontianak.tribunnews.com http://pontianak.tribunnews.com/2016/06/23/rumah-jabatan-bupati-saksi-bisu-pemerintahan-kolonial-belanda-di-sintang
Comments
Loading...