Rumah Gadang Tuangku Lareh Koto Nan Ampek Payakumbuh

0 7

Rumah Gadang Tuangku Lareh Koto Nan Ampek

Rumah ini dahulunya bernama Istana Regen atau rumah Sutan Chedoh. Hal ini berdasarkan pada buku autobiografi HC Israr yang mengatakan bahwa Payakumbuh ditaklukan oleh kolonial pada tahun 1823. Kemudian Belanda mengangkat Sutan Chedoh sebagai Regent di sana, sebagai penghargaan atas jasajasanya.

Setelah diangkat menjadi Regent Sutan Chedoh kemudian mendirikan Rumah Gadang Balai Nan Duo (Istana Regent) sebagai rumah kediamannya. Diperkirakan rumah ini sudah berumur hampir 200 tahun, walaupun sudah terdapat banyak perbaikan pada beberapa komponen bagian rumah. Rumah gadang ini merupakan milik kaum Pasukuan Koto Balai Nan Duo, Koto Nan IV dengan tetua adat sekarang adalah Dt. Mangkuto Simarajo (Tedi rahmat, ST). Bangunan rumah gadang bertipe Bodi Chaniago, hal ini dilihat dari lantai bangunan yang datar tanpa ada lundakan.

Rumah ini merupakan rumah gadang pasukuan Koto Balai Nan Gadang Koto Nan IV. Secara keseluruhan bangunan sudah diperbaiki oleh ahli waris terutama pada bagian atap, dinding (ukiran) dan lantai. Bangunan bertipe rumah panggung terbuat dari kayu dan atap dari seng dengan gonjong berjumlah 7 buah (samping kiri-kanan) dan satu di tengah (anjungan) dengan orientasi arah timur. Bangunan berukuran 28, 6 m x 7 m. Keseluruhan dinding (pada bagian depan) dihiasi ukiran dengan motif flora.

Pada bagian tengah bangunan (sisi timur) terdapat tangga yang terbuat dari semen berukuran 4 m x 4 m dengan ujung yang mengecil dengan ukuran 2 m. Bangunan terdiri dari 2 lantai, lantai 1 merupakan ruangan tempat tinggal, dan lantai 2 merupakan anjungan yang terletak pada bagian tengah bangunan (menghadap ke timur). Dinding samping kiri-kanan bangunan terbuat dari anyaman bambu. Pada samping kanan (sisi timur) rumah terdapat sebuah rangkiang.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Payakumbuh.pdf
Comments
Loading...