Rumah Gadang Sinikayo Padang

0 163

Rumah Gadang Sinikayo

Rumah Gadang Sinikayo merupakan represntasi bentuk bangunan tradisional di wilayah pesisir Minangkabau pada masa lalu. Rumah Gadang ini bertipe Rumah Kajang Padati yang memang khas untuk wilayah pesisir khususnya Padang. Rumah adat di pesisir memiliki bentuk dan konstruksi yang lebih sederhana daripada rumah adat di wilayah pedalaman (darek) di Minangkabau.

Hal ini dipengaruhi oleh karakter dan kapasitas manusianya. Masyarakat pesisir memiliki karakter yang lebih terbuka dan praktis, sehingga lebih mengedepankan dari sisi fungsional, bukan simbolisme. Selain itu, masyarakat di wilayah pesisr yang menguasai teknik pertukangan atau konstruksi rumah gadang sudah sangat jarang, sehingga mempengaruhi bentuk rumahnya yang lebih disederhanakan. Berdasarkan informasi dari pemilik rumah, Rumah Gadang Sinikayo ini dibangun pada awal abad ke-20 Masehi.

Rumah Gadang Sinikayo ini berbentuk rumah panggung/rumah berkolong bertipe Rumah Kajang Padati. Dari arsitekturnya tidak hanya menerapkan arsitektural tradisional, namun juga dipengaruhi oleh gaya bangunan luar seperti Nias, Aceh, Melayu dan juga Betawi (di jaman kolonial). Hal ini drasa wajar, mengingat karakter masyarakat pesisir khususnya Kota Padang masyarakatnya yang memiliki tipikal lebih terbuka serta mudah beradaptasi serta menerima budaya lain.

Bangunan berdenah persegi panjang dengan ukuran panjang 12,5 m dan lebar 9,5 m. Secara umum bangunan ini terdiri dari 5 bagian, bagian pertama (serambi), bagian ke-2 sampai ke-4 berupa ruangan tamu, kamar; dan bagian ke-lima adalah dapur. Pada bagian depan, dilengkapi dengan tangga dengan  panjang 2,7 m, berbahan kayu dengan 8 anak tangga. Tangga dilengkapi pula dengan atap dan dinding yang dipahat membentuk motif sulur-suluran dilapisi cat warna merah. Pada bagian depan tangga terdapat tembok dengan ukuran 3,2 m x 2,7 m. Setelah itu, pada bagian depan pintu masuk, Rumah Gadang Sinikayo ini juga dilengkapi dengan serambi dengan lebar 2,5 m. Serambi berlantai papan kayu yang juga diberi dinding seperti bangunan tradisional Betawi. Pintu masuk masih asli, dengan bahan kayu surian. Ukuran pintu masuk tinggi 2 m dan lebar 0,94 m.

Pada bagian samping pintu dhiasi dengan ukiran dan begitupula pada bagian atas dilengkapi dengan ukiran dengan lebar panel ukiran 84 cm. Rumah Gadang Sinikayo ini dilengkapi dengan 6 jendela dengan tinggi 1,25 m dan lebar 0,8 m. Pada bagian atas jendela dihiasi dengan ukiran berbentuk suluran yang dilapisi cat warna kuning. Flafon di Rumah Gadang ini masih asli dengan bahan kayu, menggunakan sistem Pasark dengan tinggi dari lantai sekitar 3 m. Pada tiap ruangan di Rumah Gadang ini dilengkapi dengan pintu yang dihiasi ukiran dengan motif geometris dan suluran. Pintu dilapisi dengan cat warna hijau, sedangkan ukiran dilapisi cat warna kuning. Atap Rumah Gadang ini berbentuk atap pelana dengan kemiringan yang cukup terjal, sehingga terhindar dari tampias. Bentuk atap pelana tidak memiliki jurai, tapi lebih menyerupai pelana kuda. Material konstruksi atap menggunakan bahan kayu. Sedangkan untuk penutup atap menggunakan seng.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Padang.pdf
Comments
Loading...