Rumah Gadang Raja Sontang Pasaman

0 17

Rumah Gadang Raja Sontang

Menurut buku yang diterbitkan oleh Lembaga Adat Nagari Talu (LAN) yang dibuat berdasarkan pada sejarah keberadaan nagari Talu pada masa lalu, di situ sedikit di singgung tentang keberadaan Kerajaan Tuanku Raja Sontang. Wilayah Kerajaan Tuanku Raja Sontang ini berada di sebelah utara wilayah Kabuntaran Talu. Dalam sejarahnya Tuanku Raja Sontang adalah salah satu dari tiga raja yang ada dalam wilayah Pasaman dengan sistem Dt. Ketemanggungan Barajo yang lebih di kenal dengan tali tigo sapilin, yaitu:

  1. Daulat Parit Batu dari Pagaruyung yang mendirikan pemerintahan disebut dengan Langgam Pasaman di Parit Batu Simpang Empat.
  2. Tuanku Bosa dari Pagaruyung yang mendirikan pemerintahan di kabuntaran Talu.
  3.  Tuanku Raja Sontang dari Tapanuli Selatan yang diberikan wilayah dan mendirikan pemerintahan di teluk rantau.

Kerajaan Tuanku Raja Sontang ini merupakan kerajaan satelit dari Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan Tuanku Raja Sontang ini merupakan perpanjangan tangan dari Kerajaan Pagaruyung di daerah Pasaman yang rajanya dilantik oleh Raja Pagaruyung dan ditunjuk sebagai raja rantau yang menjadi wakil Kerajaan Pagaruyung di daerah Pasaman. Rumah Adat Raja Sontang berupa rumah panggung berdenah persegempat dengan tinggi 1 m di atas permukaan tanah. Keseluruhan dinding bangunan menggunakan bahan papan dan atap terbuat dari seng. Orientasi rumah menghadap ke selatan. Pintu masuk ke dalam rumah terdapat di depan, mempunyai empat buah anak tangga yang terbuat dari semen.

Keseluruhan rumah ini terbuat dari bahan kayu dan di cat dengan campuran solar dan oli agar rumah lebih tahan lama terutama terhadap serangan serangga. Atap terbuat dari seng. Bagian belakang dihubungkan dengan bangunan tambahan yang berfungsi sebagai dapur. Dinding bangunan tersusun dari bahan papan dengan profil sederhana. Rumah ini keseluruhannya belum pernah dipugar, hanya ada sedikit tambahan di bagian depan (tepatnya di bawah rumah) yang di ganti dengan batu kerawang. Rumah ini sampai sekarang masih difungsikan oleh ahli waris, walaupun hanya digunakan sebulan sekali karena ahli warisnya menetap di Padang. Kondisi rumah masih bagus dan terawat walaupun belum pernah ada pemugaran yang dilakukan oleh pihakpihak terkait. Areal pekarangan rumah ditanami bunga dan tertata dengan baik.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Pasaman.pdf
Comments
Loading...