Rumah Gadang Malayu Kampung Dalam (Rumah Gadang Kerajaan Rantau XII koto)

0 13

Rumah Gadang Malayu Kampung Dalam (Rumah Gadang Kerajaan Rantau XII koto)

Bangunan ini dahulu merupakan Istana dari raja yang bernama Tuanku Yang Dipertuan Maharajo Bungsu. raja ini merupakan raja yang berkuasa di daerah Rantau 12 Koto. Tuanku Yang Dipertuan Maha Rajo Bungsu adalah anak dari Putih Intan Jori yang merupakan keturunan dari kerjaan Pagaruyung. Menurut ahli waris kerjaan yang bernama Maas Datu Rajo Lelo bahwa asal muasal Kerajaan Rantau 12 Koto ini berasal dari kerajaan Pagaruyung. Asal Muasal kata Rantau 12 Koto berasala dari kata 12 orang yang datang ke daerah ini untuk mencari Putih Intan Jori yang merupakan putri dari kerajaan Pagaruyung yang melarikan diri ke daerah Sangir . Setelah mereka menemukan Putih Intan Jori, 7 dari antara mereka tinggal di daerah sangir sedangkan yang 5 orang pulang ke Pagaruyung.

Bangunan Yang sekarang ini merupakan bangunan yang kedua sedangkan bangunan yang pertama telah hancur karena terbakar. Bangunan ini dibangun pada tahun 1942. Bangunan ini sekarang berfungsi sebagai tempat diadakannya rapat adat atau pertemuan masyarakat Rantau 12 Koto. Daerah Rantau 12 Koto mulai dari daerah Liki sampai Lubuk Lalang-Aling. Kondisi bangunan masih cukup baik hanya terdapat kerusakankerusakan pada bagian jendela dan dinding bagian depan. Karena bangunan ini tidak lagi di huni maka kebersihannya kurang terjaga. Pada bagian tengah bangunan terdapat tiang penyangga sebanyak tiga tiang.

Pada bagian barat dan timur terdapat anjuang. Pada bagian sebelah barat terdapat anjuang yang bertingkat tiga berfungsi sebagai : tingkat pertama dipakai sebagai tempat Ninik Mamak, tingkat kedua di pakai sebagai tempat kedudukan para staf raja, dan pada pada tingkat ketiga ditempati sebagai tahta raja. Sedangkan pada pagian timur anjuang bertingkat dua, tingkat pertama dipakai sebagai tempat kedudukan dayang-dayang Ibu Raja, dan tingkat dua sebagai tempat kedudukan Ibu Raja. Pada bagunan ini masih banyak terdapat benda-benda kerajaan seperti canang, periuk dari gerabah, mangkuk keramik, tongkat, kofer besi, dan piring keramik. Canang masih difungsikan pada saat ada keluarga kerjaaan yang meninggal maka canag tersebut akan dibunyikan.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Solok-Selatan.pdf
Comments
Loading...