Rumah Gadang Koto Anau Kab. Solok

0 19

Rumah Gadang Koto Anau

Sejarah keberadaan Rumah Gadang Koto Anau ini tidak bisa dilepaskan dari eksistensi Kerajaan Bujang Paman yang merupakan kerajaan lokal yang bernaung dibawah Kerajaan Pagaruyung. Sebagai bukti eksistensi Kerajaan ini pada masa lampau adalah banyaknya peninggalan-peninggalan (Cagar Budaya Bergerak) Kerajaan Bujang Paman yang masih disimpan oleh ahli waris seperti: pedang, tombak, manuskrip, dll. Berdasarkan inskripsi pada bagian depan bangunan rumah, Rumah Gadang Koto Anau ini dibangun pada tanggal 24 Januari 1963. Secara umum antara bangunan lama dan baru pada beberapa komponen sudah mengalami perubahan terutama pada bagian dalam bangunan.

Berdasarkan keterangan narasumber, dahulunya (Pada bangunan lama) pada bagian dalam bangunan terdapat kamar/sekat, namun sekarang (pada bangunan baru) merupakan ruang lepas tanpa kamar/sekat. Berdasarkan keterangan Novi Almana Dt. Bagindo yang Dipatuan (Ahli waris Kerajaan Bujang Paman, Suku Melayu) bangunan ini sudah beberapa kali mengalami perubahan orientasi (arah hadap). Pada awalnya bangunan berada di pinggang Gunung Talang, kemudian dipindahkan ke Lundang, Jorong Tabek, Nagari Koto Anau. Kemudian dipindahkan lagi ke Jorong Lembang, Nagari Koto Anau (lokasi sekarang) dengan arah hadap Gunung Talang. Pada bagian bawah rumah ini, masih terdapat komponen-komponen bangunan lama berupa paran sebanyak empat buah. Pada paran ini terdapat tulisan arab melayu yang ditulis memanjang menyesuaikan dengan paran. Selain itu pada areal bangunan masih terdapat sumur tua dan lumpang tua peninggalan bangunan lama Kerajaan Bujang Paman.

Rumah Gadang Koto Anau ini merupakan bangunan baru yang berdiri pada tanggal 24 Januari 1963. Bangunan ini membujur utara-selatan dengan orientasi sisi barat (Gunung Talang). Bangunan berukuran 28 x 9,6 m dengan jumlah tiang keseluruhan 45 buah. Sedangkan gonjong berjumlah 5 buah (termasuk gonjong yang terdapat pada bagian depan/tengah bangunan). Pada bagian tengah bangunan terdapat teras yang juga berfungsi sebagai pintu masuk, dengan jenjang yang masing-masing terdapat pada sisi utara dan selatan.

Bagian teras ini memiliki ukuran 3,8 x 3,6 m dengan sebagian/separuh bangunan dan lantai berbahan tembok (semen). Pada bagian dalam bangunan merupakan ruang lepas. Jendela berjumlah 14 buah dengan rincian 6 disisi utara dan 8 di sisi selatan. Masing-masing jendela ini memiliki ukiran bermotif flora. Pada bagian belakang (sisi timur), terutama bagian dinding terbuat dari sasak (anyaman bambu). Rumah Gadang Koto Anau ini memiliki ciri khas Gajah Maharam. Pada bagian dalam bangunan masih tersimpan tinggalan Kerajaan Bujang Paman antara lain: kursi, bangku, gramaphone, radio, kuali (berbahan kuningan), dulang dan gong.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Solok.pdf
Comments
Loading...