Rumah Gadang Kerajaan Sungai Kambut Sumatera Barat

0 15

Rumah Gadang Kerajaan Sungai Kambut

Kerajaan Sungai Kambut merupakan salah satu kerajaan yang berada di bawah Kerajaan Pagaruyung. Rumah Gadang Kerajaan Sungai Kambut merupakan istana bagi Kerajaan Sungai Kambut. Rumah Gadang Kerajaan Sungai Kambut bertipe Kelarasan Koto Piliang karena pada bagian selatan terdapat “anjuang”. Pemugaran pada bangunan dilakukan oleh SPSP Sumbar Riau pada tahun 2009, dengan pekerjaan perbaikan/penggantian kasau, atap, jenjang (diganti dengan bahan kayu, sebelumnya tembok). Selain itu pada dinding depan bangunan ditambahkan ukiran. Sekarang rumah ini difungsikan pada saat-saat tertentu guna kepentingan acara-acara adat.

Rumah Gadang Kerajaan Sungai Kambut merupakan bangunan yang bertipe rumah panggung dengan bahan kayu dan atap seng. Tonggak atau tiang bangunan berjumlah 21 buah. bangunan berdenah empat persegi panjang dengan ukuran 18,4 m x 5,83 m dengan orientasi arah utara. Pintu masuk dan jenjang terdapat pada barat rumah dengan bahan kayu. Pada halaman di sebelahbarat bangunan istana terdapat bangunan rangkiang yang berfungsi sebagai tempat menyimpan hasil panen berupa padi.

Rangkiang tersebut beratap gonjong dari seng dan ditopang dengan empat buah tiang penyangga. Pada bagian atas rangkiang terdapat komponen bangunan yang masih asli dengan hiasan ukiran motif suluran. Denah rangkiang berukuran 2 x 2 m. Jendela pada bangunan secara keseluruhan berjumlah 5 buah. Dua jendela di sisi kanan letaknya lebih tinggi 50 cm daripada 3 buah jendela yang ada di sebelah kiri bangunan. Pada awalnya Istana Sei Kambut mempunyai 6 buah kamar tetapi sekarang kamar-kamar tersebut sudah tidak ada, hanya tinggal beberapa dinding penyekat dari triplek.

Sebuah papan kayu yang masih asli terdapat pada lis plang bekas dinding penyekat kamar dengan hiasan ukiran suluran bercat kuning, hitam, dan hijau. Lantai terdiri dari 3 buah tingkatan, mengikuti keselarasan dari suku Koto Piliang. Lantai terdepan merupakan lantai terendah yang difungsikan sebagai tempat duduk masyarakat biasa. Lantai kedua tingginya 20 cm dari lantai pertama dan difungsikan sebagai tempat duduk sanak keluarga, yaitu 50 cm dari lantai kedua, berfungsi sebagai tempat duduk Puti Bulian dan para penghulu adat.Selain itu pada sisi timur bangunan, tepatnya di bawah “Anjuang” terdapat sebuah tabuh.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Dharmasraya.pdf/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Dharmasraya.pdf
Comments
Loading...