Rumah Gadang Dt. Rajo Ibrahim Padang

0 17

Rumah Gadang Dt. Rajo Ibrahim

Rumah Gadang ini merupakan rumah kebesar dari Datuk Rajo Ibrahim yang merupakan penghulu/datuk dari pesukuan Koto. Rumah Gadang Dt. Rajo Ibrahim ini merupakan representasi bentuk bangunan tradisional di wilayah pesisir Minangkabau pada masa lalu. Rumah Gadang ini bertipe Rumah Kajang Padati yang memang khas untuk wilayah pesisir khususnya Padang. Rumah adat di pesisir memiliki bentuk dan konstruksi yang lebih sederhana daripada rumah adat di wilayah pedalaman (darek) di Minangkabau.

Hal ini dipengaruhi oleh karakter dan kapasitas manusianya. Masyarakat pesisir memiliki karakter yang lebih terbuka dan praktis, sehingga lebih mengedepankan dari sisi fungsional, bukan simbolisme. Selain itu, masyarakat di wilayah pesisr yang menguasai teknik pertukangan atau konstruksi rumah gadang sudah sangat jarang, sehingga mempengaruhi bentuk rumahnya yang lebih disederhanakan. Berdasarkan informasi dari pemilik rumah, Rumah Gadang Dt. Rajo Ibrahim ini dibangun sekitar tahun 1900-an.

Bangunan ini berdenah persegi panjang dengan ukuran 16,5 m x 14 m. Bangunan berbentuk rumah adat khas wilayah rantau/pesisir Minangkabau berbentuk Rumah Kajang Padati. Bangunan hampir keseluruhan terbuat dari bahan kayu. Bangunan ditopang oleh tiang, yang bagian bawahnya ditopang oleh batu sandi. Tiang rumah gadang pada bagian depan mencapai tinggi 4,8 m dan bagian tengah mencapai 7,30 m. Pada bagian depan bangunan terdapat tangga masuk berbahan kayu dengan 7 anak tangga. Bagian depan juga dilengkapi dengan serambi yang berlantai dan dinding kayu.

Serambi rumah memilik lebar 2,8 m. Pintu masuk rumah gadang ini berjumlah 2, bagian depan dan belakang dengan ukuran tinggi 2,3 m dan lebar 1,47 m. Pembagaian ruang pada Rumah Gadang ini terdiri dari 3 (tiga) ruangan, ruangan pertama memiliki lebar 3,5 m, ruangan kedua 3,6 m, ruangan ketiga  3,6 m. Ruangan pertama merupakan ruang tamu, ruangan kedua untuk pertemuan adat atau acara dilingkungan kaum Dt. Rajo Ibrahim, sedangkan ruangan ketiga merupakan derta kamar. Pada bagian belakang bangunan ini terdapat bangunan surau yang berdempetaan dengan bangunan rumah gadang.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Padang.pdf
Comments
Loading...