Rumah Dinas Dan Pendopo Kabupaten Malang

0 48

Rumah Dinas Dan Pendopo Kabupaten Malang

Rumah dinas Bupati punya gaya arsitektur Belanda, bangunan besar tersebut mempunya luas kurang lebih 500 meter persegi. Diyakini, rumah dinas itu ada semenjak Raden Tumenggung Notohadiningrat 1 menjabat sebagai Bupati Malang tahun 1819 hingga 1839. Sementara Alun-alun sendiri hadir beberapa tahun kemudian (1882) untuk melengkapi tata ruang di Malang.

Raden Tumenggung Notohadiningrat I sendiri sebagai Bupati Malang sebenarnya bukanlah orang Malang. Ceritanya, pada masa kolonial, Gubernur Jenderal yang berada di Semarang memerintah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dan di tahun 1918 dia menunjuk sang adipati untuk memimpin wilayah Malang.

Adipati ini merupakan keturunan dari Pakubuwono yang menjabat sebagai Raja Mataram Islam di wilayah Jogyakarta atau Solo. Sebagai keturunan dari Mataram Islam, pembangunan pendopo serta rumah dinas mengadopsi dari Mataram Islam. Ditunjukkan dengan arsitektur serta miniatur bangunan sama persis.

Pendopo berasal dari kata mandapa di bahasa sansekerta. Yaitu, sebuah bangunan tambahan di depan bangunan utama. Dalam sebuah rumah tradisional Jawa, fungsi dari Pendopo sangat penting karena digunakan untuk bersosialisasi dengan keluarga, kerabat hingga masyarakat sekitarnya.

Sejak tahun 2013, Kabupaten Malang sudah memindahkan aktifitas pemerintahannya ke wilayah Kepanjen di daerah Selatan, perlahan perpindahan itu juga diikuti oleh beberapa instansi yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat.

Sementara instansi yang berhubungan dengan teknis perencanaan masih berada di pendopo lama sehingga sesekali Pendopo Kabupaten Malang masih dipakai aktifitas meski saat ini intensitasnya tidak sesering di pendopo baru yang tempatnya lebih luas. Termasuk juga rumah dinas Bupati yang sesekali dimanfaatkan.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2015/12/04/keunikan-rumah-dinas-dan-pendopo-kabupaten-malang/
Comments
Loading...