Rumah Cut Nyak Dhien Aceh

0 79

Rumah Cut Nyak Dhien

Rumah Cut Nyak Dhien adalah salah satu situs cagar budaya terletak di Desa Lampisang Kecamatan PeukanBadaKabupaten Aceh Besar tepatnya Jalan Banda Aceh – Meulaboh atau di km 7,6 bersebelahan dengan kantor BPCB Aceh arah barat yang jaraknya 100 meter dan hanya membutuhkan waktu 20 menit dari pusat kota Banda Aceh untuk menuju ke situs cagar budaya ini.

Rumah ini dibangun oleh Belanda pada saat Teuku Umar berpura-pura menyerah kepada belanda (siasat atau taktik perang) sehingga pihak belanda saat itu semua fasilitas diberikan, baik senjata maupun alat perang lainnya termasuk membangun rumah untuk tempat tinggal, saat itu masyarakat Aceh sangat marah dan benci kepada Teuku umar bahkan Teuku Umar dianggab sebagai pengkhianat karena bekerjasama dengan pihak Belanda, setelah fasilitas lengkap dan mencukupi Teuku Umar mengumpulkan rakyatnya membagikan senjata dan menyerang belanda kembali.

Pada tahun 1981 rumah Cut Nyak Dhien dibangun kembali oleh Depdibud dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Fuad Hasan pada tanggal 4 Februari tahun 1987. Rumah ini berukuran 25 x 17 meter, kontruksi bangunan kayu mempunyai 65 pilar (tiang) dalam bahasa Aceh disebut Tameh, beratap rumbia dengan dominasi cat hitam.

Untuk masuk kerumah ini naik melalui tangga utama pada selasar yang luasnya 4 x 4 meter, selasar ini menghubungkan 2 seramoe keu (serambi depan) sebelah kiri dan sebelah kanan, seramoe keu sebelah kanan bentuk memanjang yang dipergunakan untuk para tamu laki-laki dan saat ini sebagai tempat koleksi foto-foto (gambar kisah perjuangan Aceh melawan Belanda) pada bagian ditengahnya ada 2 tangga naik kita jumpai lorong (rambat) yang menghubungkan 2 kamar tidur sebelah kiri dan kanan, kamar ini diperuntukan dayang-dayang Cut Nyak Dhien pada masa itu dan turun 2 tangga ada seramoe likoet (serambi belakang) yang gunakan untuk tamu-tamu perempuan, saat ini juga dipergunakan untuk tempat koleksi foto-foto sejarah perjuangan Aceh.

Sedangkan selasar pada tangga utama yang menghubungkan seramoe keu pada sisi kiri juga bentuknya memanjang ruangan ini merupakan seramoe untuk sendiri, dari ruangan ini juga mempunyai tangga naik ke rambat yang menghubungkan ke kamar tidur Cut Nyak Dhien dan turun 2 anak tangga ada ruangan makan yang berhubungan langsung ke selasar seramoe likuet (serambi belakang).

Selasar tangga utama juga terhubung langsung dengan seramoe likoet (serambi belakang) hanya dibatisi dengan sebuah pintu, dari pintu ini juga terhubung ke dapur. Selasar ini berfungsi agar para tamu-tamu Cut Nyak Dhien tidak boleh melewati seramoe, pada bagian dapur juga mempunyai 1 kamar tidur untuk pembantunya Cut Nyak Dhien, diruangan ini dipajangkan berbagai macam senjata tradisional Aceh seperti tombak, parang, rencong, parang, dan peralatan meja makan.

Pada ruangan dapur disisi sebelah barat ada anjung ( rambat) yang menuju ke sumur yang tinggi cincinnya 3 meter dan kedalaman mencapai 10 meter, cincin sumur setinggi ini dibuat untuk menghindari lemparan racun kedalam sumur dari pihak penjajah maupun masyarakat yang kurang simpati.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbaceh/sasana-budaya-cut-nyak-dhien/
Comments
Loading...