Rumah Cimanggis

0 101

Rumah Cimanggis

Bangunan kuno di kompleks pemancar Radio Republik Indonesia Sukmajaya, Cimanggis, Depok, Jawa Barat mendadak jadi sorotan. Penyebabnya, rumah yang belakangan dikenal sebagai Rumah Cimanggis itu disebut bakal dirobohkan karena lahannya akan dipakai untuk pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Pemerhati sejarah menolak rencana pemerintah pusat tersebut lantaran tingginya nilai histori pada bangunan tersebut. Rumah Cimanggis diyakini mulai dibangun pada rentang tahun 1771 dan 1775.

Rumah Cimanggis punya Albertus van Der Parra dihadiahkan kepada Yohanna van Der Parra, jadi itu rumah peristirahatan. Albertus van Der Parra merupakan seorang Gubernur Jenderal VOC. Sedangkan Yohanna adalah istri kedua dari van Der Parra yang juga merupakan pemilik dari Pasar Cimanggis.

Cukup lama Yohanna menempati rumah tersebut hingga akhir hayatnya. Setelah Yohanna meninggal, rumah tersebut sempat diserahkan pada seorang pengusaha bernama David Smith. Namun setelah David Smith bangkrut, tidak ada catatan terkait siapa pemilik rumah Cimanggis tersebut. Hingga akhirnya pada tahun 1953, rumah tersebut sudah dibalik nama atas nama Samuel de Meyer.

Kemudian, pada tahun 1946-1947, rumah tersebut digunakan sebagai markas Belanda terutama saat agresi militer pertama. Pascakemerdekaan, di era orde baru, Presiden Soeharto meresmikan tiga pemancar RRI di area tersebut tahun 1964. Bangunan Rumah Cimanggis menjadi bagian kompleks pemancar RRI itu. Lalu, pada tahun 1978 bangunan tersebut dijadikan menjadi semacam rumah dinas untuk karyawan RRI. Rumah disekat menjadi beberapa bagian untuk ditempati 13 kepala keluarga sebagai rumah dinas.

Source https://www.cnnindonesia.com https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180122210003-20-270822/rumah-cimanggis-sejarah-depok-dan-jejak-voc
Comments
Loading...