Rumah Besu Wan Mansyur Natuna

0 26

Rumah Besu Wan Mansyur

Mansyur merupakan tokoh dibidang social, agama, dan budaya di Kelarik, Natuna. Tahun lahir dari H. Mansyur tidak dapat diketahui dengan pasti, namun menurut informasi dia hidup sekitar tahun 1800-an. Selain sebagai tokoh agama, H. Mansyur juga memiliki aktivitas sebagai pedagang hasil bumi. Tahun pembangunan rumah ini diperkirakan akhir tahun 1800-an, dan merupakan rumah pertama yang dibangun di kelarik. Dapat diasumsikan bahwa H. Wan Mansyur merupakan pembuka daerah Kelarik ini. Bangunan ini terakhir digunakan sekitar tahun 1988. Rumah Besu (Rumah Besar) H. Wan Mansyur ini ini merupakan milik H. Mansyur yang memiliki keunikan khas melayu dengan memiliki ukiran terutama pada dinding bagian dalam (pembatas ruangan) dan merupakan rumah Tradisional melayu yang ada di Pulau Natuna. Bangunan yang terbuat dari kayu kapu ini terdiri 2 bagian yaitu bagian utama dan bagian pendukung. Bagian utama merupakan rumah dengan 2 lantai. Sedangkan bangunan pendukung merupakan bagian dapur yang terdiri dari 1 lantai. Bangunan utama memiliki ukuran panjang 8,5 meter dengan lebar 8,2 meter dengan tinggi 11 meter dengan atap.

Seperti halnya rumah tradisional melayu bangunan ini ditinggikan dari tanah sekitar 1,54 meter. bangunan ini memiliki tiang sebanyak 22 buah pada bangunan utama dan 7 buah pada bangunan pendukung. Bangunan utama lantai yang terdiri dari ruangan utama yang memanjang sesuai dengan bangunan dan kamar sebanyak 2 buah yang berada pada sisi kiri dan kanan. Sedangkan ruang utama lantai 2 memiliki bentuk yang sama dengan lantai 1. Bangunan. Bagian depan bangunan baik itu lantai dan 2 memiliki teras sesuai dengan panjang bangunan yaitu 8,50 meter dengan lebar 1,54 meter. Pintu masuk ruangan ini berada pada sisi kiri bangunan sebanyak 1 buah pintu. Bangunan ini memiliki jendela sebanyak sebanyak 12 buah. 6 buah di lantai 1 dan 6 buah di lantai 2. Namun salah satu pintu pada lantai 2 difungsikan juga sebagai pintu untuk keteras. Jendela pada lantai 1 tersebar pada bagian 1 buah sisi timur, 3 buah sisi selatan (bagian depan bangunan), 2 buah sisi barat.

Sedangkan jendela pada lantai 2 berada pada bagian 3 buah sisi selatan (bagian depan), 1 buah sisi utara, 2 buah sisi barat. Pada jendela lantai 2 bagian timur terdapat ventilasi udara. Pintu menuju ke bagian pendukung atau dapur berada di tengah-tengah bagian belakang bangunan utama. Tangga naik menuju lantai 2 berada pada sisi kiri bangunan atau bagian timur bangunan. Atap dari bangunan berbentuk limas yang terbuat dari seng. Pada awalnya atap bangunan ini terbuat dari atap rumbia. Pergantian dari atap rumbia ke seng ini diperkirakan sekitar tahun 1930-an. Pada beberapa bagian bangunan terdapat ukiran yang juga merupakan ventilasi udara. Teras bangunan utama terutama lantai 2 terdapat pembatas yang diukir. Bangunan pendukung atau dapur hanya tinggal tiang. Sehingga tidak dapat di deskripsikan secara jelas. Lingkungan dari rumah Besu atau Rumah Besar H.Mansyur ini berada dalam lingkungan rumah penduduk dan sekolah.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kabupaten-Natuna.pdf
Comments
Loading...