Rumah Adat Kamali Sulawesi Tenggara

0 152

Rumah Adat Kamali

Rumah Adat Kamali berada pada 05° 28’ 51,3” LS dan 122° 36’ 07,6” BT. Terdapat dua rumah adat kamali. Rumah pertama yang difungsikan sebagai rumah tinggal dan rumah kedua yang difungsikan sebagai museum dan rumah tinggal pula. Secara umum kondisi bangunan cukup terawat, baik dari bangunan itu sendiri maupun kondisi lingkungan disekitar rumah yang cukup tertata dengan baik.

Rumah adat Kamali merupakan tempat tinggal Sultan Buton ke 43 yang bernama Sultan Muhammad Falihi Kaimuddin (Sultan terakhir) dengan gelar Oputa Yi Baadia yang memerintah tahun 1938-1960. Setelah berakhir masa jabatannya, Kamali difungsikan menjadi museum dengan nama Museum Baa’dia, yang juga disebut Pusat Kebudayaan Wolio.

Rumah adat Kamali yang pertama berjumlah 44 tiang yang disangga dengan umpak batu yang dibuat dari batu karang, ukuran tiap umpak cukup bervariasi, ukuran umpak yang paling besar mempunyai tinggi 65 cm dan diameter 40 cm, sedangkan ukuran umpak rumah yang kecil memiliki tinggi 40 dan diameter 18 cm.

Rumah adat kamali yang kedua yang kini difungsikan sebagai museum Baadia memiliki denah berbentuk L. Jumlah tiang rumah ini sebanyak 126 tiang yang disangga dengan umpak batu yang dibuat dari batu karang, ukuran tiap umpak cukup bervariasi, ukuran umpak yang paling besar mempunyai tinggi 85 cm dan diameter 50 cm, sedangkan ukuran umpak rumah yang kecil memiliki tinggi 50 dan diameter 35 cm. Terdapat tambahan bagunan berupa serambi/teras pada bagian depan dan samping rumah.

Rumah ini terdiri atas dua tingkat dan terbagi dalam beberapa ruang. Tingkat pertama pada bagian depan dijadikan sebagai tempat menyimpan benda-benda kerajaan seperti guci, tempat wadah yang terbuat dari kuningan dan perak, keramik, baju-baju, dan foto-foto. Dan tingkat kedua juga dijadikan sebagai tempat penyimpan benda-benda kerajaan seperti wadah yang terbuat dari kuningan, gerabah, keramik, senjata (meriam kecil) gong, patung, tombak, bendera dan benda-benda lainnya. Pada bagian depan dan samping rumah terdapat meriam yang berjumlah tujuh buah yang terbuat dari besi dan kuningan.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/rumah-tradisional-kamali-sebagai-pusat-kebudayaan-wolio/
Comments
Loading...