Rumah Adat Joglo Jawa Tengah

0 603

Rumah Adat Joglo

Rumah joglo merupakan bangunan arsitektur tradisional jawa tengah, rumah joglo mempunyai kerangka bangunan utama yang terdiri dari soko guru berupa empat tiang utama penyangga struktur bangunan serta tumpang sari yang berupa susunan balok yang disangga soko guru.

Susunan ruangan pada Joglo umumnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu ruangan pertemuan yang disebut pendhapa, ruang tengah atau ruang yang dipakai untuk mengadakan pertunjukan wayang kulit disebut pringgitan, dan ruang belakang yang disebut dalem atau omah jero sebagai ruang keluarga. Dalam ruang ini terdapat tiga buah senthong (kamar) yaitu senthong kiri, senthong tengah dan senthong kanan.

Desain Arsitektur Rumah Joglo

Rumah joglo di bangun dengan desain arsitektur yang sangat unik serta penuh dengan nilai filosofi yang mencerminkan budaya jawa yang kental dan masih di pegang erat. Salah satunya ialah desain rangka atapnya yang memiliki bubungan cukup tinggi, itu semua karena terdapat 4 tiang di tengah rumah yang berukuran lebih tinggi atau biasa di sebut soko guru, nah ke empat tiang inilah yang menjadi penyangga, dan menjadi tempat pertemuan rangka atap yang akan menopang beban atap

Sementara bagian atap rumah joglo menggunakan genteng yang terbuat dari tanah liat, dahulu sebelum di temukan genting tanah liat, rumah adat jawa tengah ini menggunakan atap yang terbuat dari ijuk atau alang-alang yang di anyam sedemikian rupa sehingga bisa rapat dan melindungi rumah dari hujan dan panas, Penggunaan desain atap dengan bubungan yang tinggi serta material yang terbuat dari alam membuat suhu ruangan di dalam rumah tetap dingin dan sejuk, selain itu rumah ini dapat menyatu dengan alam serta memberikan makna filosofis tersendiri

Bagian dinding rumah tradisional jawa tengah menggunakan kayu keras, begitu juga dengan tiang, rangka atap, pintu, dan jendela, bisa di katakan secara keseluruhan bagian rumah joglo terbuat dari kayu keras, seperti kayu jati, kayu ini memang sangat awet, memiliki ketahanan yang tinggi sehingga dapat bertahan lama hingga puluhan tahun . Kebanyakan rumah joglo yang bisa kita temukan saat ini menggunakan bahan kayu jati sebagai material utamanya.

Sketsa Rumah Joglo

Sebagai sebuah rumah tentu saja rumah adat joglo berfungsi sebagai tempat tinggal dan berkumpulnya anggota keluarga, nah rumah tradisional ini memiliki berbagai ruangan yang memiliki fungsi khusus sebagai berikut ini

1. Pendopo. Bagian ini merupakan ruangan terbuka yang terletak di bagian depan rumah, dengan desain terbuka membuat ruang ini menyatu dengan alam, sejuk dan cocok di gunakan untuk bersantai, meskipun begitu bagian pendopo tidak boleh di lewati oleh sembarangan orang yang hendak masuk ke dalam rumah, jalur untuk masuk dan keluar rumah ada sendiri dan letaknya terpisah memutar sebelah samping pendopo, Pendopo sendiri umumnya di gunakan sebagai tempat menerima tamu dan berbagai acara seperti pertemuan, tempat pagelaran wayang kulit, tari-tarian dan upacara adat

2. Pringitan. Ruangan ini terletak diantara pendopo dan rumah dalam, bagian ini digunakan sebagai jalan masuk dan juga sebagai tempat pagelaran wayang kulit

3. Emperan. Tempat ini adalah penghubung antara pringitan dan umah njero, tempat ini digunakan untuk menerima tamu, tempat bersantai dan kegiatan lainnya, pada Emperan umumnya terdapat sepasang kursi kayu dan meja

4. Omah Njero. Ruangan ini merupakan bagian inti dari rumah joglo, sebagai tempat berkumpulanya anggota keluarga sekedar bercengkerama dan bersantai antar keluarga. Selain Omah Njero terdapat beberapa nama lainnya yakni Omah mburi, dalem ageng, dan omah

5. Senthong Kiwo. Bagian ini terletak di sebelah kanan rumah joglo dan terdiri dari berbagai ruangan dengan fungsi khusus, seperti sebagai kamar tidur, dan tempat persediaan makanan dan minuman, dan sebagainya

6. Senthong Tengah. Sesuai dengan namanya ruangan ini terletak di bagian tengah, fungsinya sebagai tempat menyimpan barang dan benda-benda berharga seperti perhiasan, benda pusaka, keris dan benda-benda lain, juga digunakan sebagai keperluan lain seperti ritual kepercayaan, tempat menaruh sesajen, tempat beribadah, tempat bermeditasi, dan ada juga yang mempercayainya sebagai ruangan khusus tempat tinggal dewa. Ruangan ini juga biasa di sebut pedaringan, boma, atau krobongan

7. Senthong Tengen. Ruangan ini memiliki fungsi dan pembagian ruang yang sama dengan senthong kiwo, bedanya hanya letaknya saja

8. Gandhok. Merupakan bangunan tambahan yang terpisah dari rumah utama, bentuknya bangunan memanjang, biasanya digunakan sebagai ruang tidur bagi keluarga, saudara, dan tamu yang menginap

 

Source Rumah Adat Joglo Jawa Tengah Jawa Tengah
Comments
Loading...