Rumah Adat Bungaban Kabupaten Alor

0 15

Rumah Adat Bungaban Kabupaten Alor

Di Pulau Timur adalah pertengahan perjalanan leluhur kami tiba di Derbe di wilayah Damsik, terus melanjutkan perjalanan lagi dan tiba di Gang Kumana Masi di Pulau Timur, setalah itu masih melanjutkan perjalanan lagi dan tiba di Kawiyangmana, dan berakhir di kaki Gunung Mutis. Ketiga kakak beradik bersama seluruh keluarganya menduduki tengah gunung tersebut, salah satu dari mereka menjadi Raja yaitu Moyapli yang ada adalah kakak sulung, yang kedua bernama Tangkaika menjadi kapitan dan adik bungsu mereka bernama Lona Yapli. Kakak kedua Tangkaika Kapitang suka memelihara unggas dan tikus, maka sewaktu mereka lagI duduk ditengah gunung, tikus membor gunung tersebut hingga jam 3 sore, sepertinya ada pantulan matahari keluar dari mata kakak kedua Tangkaika Kapitang.

Lalu Kapitang mengambil tombak nama Arangsila kemudian ditusuk miring kearah gunung kemudian tombak tersebut kemudian meletus seperti pintu, maka mereka semua meluncur keluar melalui lubang tersebut dan tiba di pesisir pantai antara Likusang dan Maubara. Kemudian ketiga kakak beradik mengambil keputusan untuk membuat perahu masing – masing, maka kakak mereka bernama Raja Moyapli membuat perahu bernama Giri – giri, kakak kedua membuat perahu bernama Lakamakal dan adik bungsu membuat perahu diberi nama Allawa – Bungaban. Nama Alawa berarti Pohon atau Kayu, Bungaban berarti Perahu. Maka mereka mengambil keputusan untuk berlayar ke Pulau Alor.

Sebelum sampai ke tempat tujuan, terjadi gelombang besar, maka adiknya terbawa arus dengan perahu Alawa Bungaban hingga mendarat di Kanora – Peitoko Pantai Selatan Desa Purnama Kecamatan Pureman, sedangkan Raja Moyopli dan Tangkaika – kapitan dengan perahu Giri dan Lakamakala mereka mendarat di gusugi Pureman Pantai selatan Desa Purnama. Kakak kedua Kapitang Tangkaika berjalan menyusuri pantai mencari adiknya Lona Yapli dan mereka bertemu di Kanora lalu Kapitang Tangkaika memberitahu bahwa kakak mereka Moyapli telah meninggal dan telah dimakamkan, adiknya bernama Mowila membuat perkampungan yang bernama/ Klase, leluhur Mowila membangun rumah adat Alawa Bungaban dan membangun sebuah mesbah yang bernama Waroda.

Source http://kepulauanntt.blogspot.com http://kepulauanntt.blogspot.com/2016/08/rumah-adat-bungaban-kabupaten-alor.html
Comments
Loading...