Rumah Adat (Bumi Adat) Kampung Cikondang

0 164

Rumah Adat (Bumi Adat)

Apabila masuk kedalam rumah adat Kampung Cikondang, hawa dingin akan terasa dalam rumah tersebut, mengingat musim hujan dan rumah Kampung Cikondang yang berasal dari anyaman bambu dan ijuk. Rumah adat Kampung Cikondang juga dinamakan dengan bumi adat. Bahkan rumah tersebut tidak pernah diubah sejak dahulu dan tidak pernah direnovasi, hal itu dianggap sebagai menjaga kelestarian budaya Kampung Cikondang.

Ketika kita masuk kedalam rumah adat Kampung Cikondang terdapat larangan yang harus kita ingat bahwa kita tidak boleh menginjak pijakan yang ada di rumah adat. Saat di dalam rumah adat Kampung Cikondang pun tidak diperbolehkan duduk sembarangan, khususnya wanita tidak boleh mengangkat kaki, dan tidak boleh selonjoran, hal ini dianggap tidak sopan apabila duduk secara sembarangan maka dari itu biasanya masyarakat duduk dengan kaki dilipat ke belakang.

Didalam rumah adat Kampung Cikondang juga terdapat kamar yang tidak ditutup dengan pintu melainkan hanya dengan kain. Namun kamar tersebut tidak boleh dimasuki mengingat kamar tersebut adalah kamar dari hanom, juru kunci kampung Cikondang. Selain itu apabila kita melihat ke atas kita juga dapat melihat ruang, ruang tersebut yang menjadi tempat penyimpanan hasil tani masyarakat Kampung Cikondang.

Hasil tani kampung Cikondang sebagian akan disimpan untuk digunakan sehari-hari,sebagai bahan “wuku taun” atau ulang tahun dan juga dijual. Peralatan-peralatan masak yang digunakan pun juga disimpan disekitar kayu-kayu yang dibuat masyarakat Kampung Cikondang. Mata pencaharian masyarakat Kampung Cikondang adalah pertanian, yang ditanam oleh masyarakat Kampung Cikondang adalah padi dan bawang.

Kamar mandi yang digunakan pun juga masih sangat sederhana, kamar mandi tersebut hanya dibalut dengan anyaman-anyaman bambu dan ijuk yang sama seperti digunakan untuk rumah adat Kampung Cikondang, lantainya pun hanya terbuat dari kayu. Tidak hanya itu, apabila kita melihat kebawah kita dapat melihat empang yang sangat luas. Empang tersebut lah tempat mengumpulnya kotoran tersebut. Walaupun sejenak terlihat kurang nyaman namun itulah yang digunakan oleh masyarakat Kampung Cikondang, airnya pun terasa sejuk menyentuh tangan. Namun satu hal yang telah diikuti masyarakat Kampung Cikondang adalah masyarakat tersebut menggunakan gayung untuk mengambil air.

Source https://gpswisataindonesia.wordpress.com https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2016/05/12/kampung-adat-cikondang-kabupaten-bandung-jawa-barat/
Comments
Loading...