Pusat Pendidikan Militer Cimahi

0 67

Pusat Pendidikan Militer

Pusat Pendidikan Militer bangunan-bangunan yang berdiri sejak tahun 1886 sebagai Pusat Pendidikan Militer sampai sekarang di Kota Cimahi. Pembangunan instalasi militer itu menandai orientasi pertahanan kolonial yang lebih memerhatikan ancaman dari dalam daripada serbuan dari luar. Pembangunan instalasi-instalasi militer di Cimahi menandai perubahan orientasi tersebut. Selain Cimahi, pemerintah kolonial juga membangun instalasi-instalasi militer di Magelang dan Malang. Kota-kota inilah yang pada masa itu disebut sebagai Kota Garnisun.

Sewaktu Belanda kembali ke Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan, Cimahi kembali digunakan sebagai basis persiapan bagi militer NICA. Di sana didirikan School tot Opleiding voor Parachusten (Pasukan Parasait atau Baret Merah) yang siswa-siswanya kelak menjadi pasukan garda depan dalam Agresi Militer ke-II di Jogjakarta.

Catatan sejarah seperti itu membuat Cimahi dimungkinkan menjadi salah satu kawasan yang banyak dihuni oleh orang-orang yang memiliki loyalitas cukup kuat pada Belanda. Tidak mengherankan jika Westerling memulai gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) dari Cimahi. Gerakan Westerling ini banyak diikuti oleh bekas tentara KNIL yang setelah terbentuknya Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) memilih desertir.

Source https://gpswisataindonesia.wordpress.com https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2016/01/11/wisata-sejarah-di-cimahi-jawa-barat/
Comments
Loading...