Pura Ulun Swi Bali

0 27

Pura Ulun Swi

Pura Ulun Swi secara administratif terletak di Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, berada pada posisi astronomis 50 L 0299010, 9030047 UTM, pada ketinggian 33 mdpl. Pura Ulun Swi memiliki 900 m2, dengan batas-batas :

  • Utara                : Pemukiman
  • Timur               : Pasar
  • Selatan             : Jalan
  • Barat                : Pemukiman

Status kepemilikan  Pura Ulun Swi merupakan milik dari Desa Adat Pekraman Jimbaran, dan dikelola oleh Desa Adat Pekraman Jimbaran. Lingkungan sekitar Pura Ulun Swi saat ini merupakan Pasar Desa Adat Jimbaran serta permukiman penduduk yang sangat padat dan aktivitas pariwisata yang ramai. Arah hadap Pura Ulun Swi mengarah ke arah timur. Berdasarkan penuturan Jero Mangku I Nyoman Nampus (Pengayah di pura Kahyangan Jagat Ulun Swi) menyebutkan bahwa Piodalan di pura ini jatuhnya pada hari Sukra Paing Dungulan (setiap 210 hari sekali). Pura ini disungsung (diempon) oleh Desa Adat Jimbaran yang terdiri dari 12 Banjar Adat, dan masing-masing akan bergilir melakukan kewajiban berupa ayah-ayahan serta aci-aci terhadap upacara dan upakara di Pura Kahyangan Jagat Ulun Swi.

Berdasarkan Purana Bali disebutkan sejarah Pura Kahyangan Jagat Ulun Swi sebagai berikut: “Pada mulanya Pura Ulun Swi itu adalah pura kecil yang dibuat oleh Empu Kuturan bersamaan dengan pendirian Pura Sad Kahyangan di Bali. Pura ini dibuat di dalam hutan yang luas (Jimbarwana) dengan tujuan sebagai pusat atau sumber kemakmuran sawah. Kemudian pada masa pemberontakan I Gusti Agung Dimade (I Gusti Agung Maruti) yang akhirnya mampu diusir oleh I Dewa Agung Jambe, maka I Gusti Agung Dimade lari dari Gelgel karena dikejar oleh Laskar Dalem, lalu beliau menuju hutan Jimbaran untuk menyembunyikan diri. Di dalam hutan itu I Gusti Agung Dimade menjumpai sebuah palinggih kecil, bernama Ulun Swi (Purana Bali Dwipa, Koleksi/terjemahan A.A. Raka Parta), di sanalah beliau berdoa mohon agar beliau selamat dari kepungan pasukan Dalem yang mengejarnya dan beliau berkaul akan memperbaiki dan memperbesar pura itu.

Permohonan beliau itu kemudian berhasil, dan setelah beliau mendapat kejayaan serta kebesaran sampai menguasai sebagian Pulau Bali, yaitu batas timurnya sebelah Sungai Petanu, batas utaranya berbatasan dengan daerah kekuasaan Panji Sakti di Buleleng, batas selatannya terus tembus ke Pantai Laut Selatan, batas baratnya tembus sampai ke Pantai Barat Pulau Bali, bahkan sampai ke daerah Blambangan di Jawa Timur. Lalu putra beliau memenuhi kaul beliau yaitu memperbaiki dan memperbesar Pura Ulun Swi. Beliau membuat palinggih tumpang 11 di pura tersebut, (Lontar Babad Jimbaran, terj. I Nengah Kerthadana dari Desa Werdhi Bhuwana, Mengwi, Badung, lembar ke-8).

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbali/pura-ulun-swi-jimbaran-pura-yang-dibuat-oleh-mpu-kuturan/
Comments
Loading...