Pura Paku Alaman Jogja

0 277

Lokasi Pura Paku Alaman

Puro Pakulaman beralamat di Jl. Sultan Agung, Kecamatan Pakualaman, Yogyakarta. Istana ini hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari kawasan titik nol kilometer. Wisatawan yang berada di kawasan Malioboro atau titik nol bisa mencapai tempat ini dengan naik becak, andong, bus kota jalur 4, atau Trans Jogja.

Pura Paku Alaman

Puro Paku Alaman (bahasa Jawa: Hanacaraka, Pura Pakualaman) adalah bekas Istana kecil Kadipaten Paku Alaman. Istana ini menjadi tempat tinggal resmi para Pangeran Paku Alam mulai tahun 1813 sampai dengan tahun 1950, ketika pemerintah Negara Bagian Republik Indonesia menjadikan Kadipaten Paku Alaman (bersama-sama Kesultanan Yogyakarta) sebagai sebuah daerah berotonomi khusus setingkat provinsi yang bernama Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pakualaman merupakan satu bentuk kadipaten yang terbentuk pada masa pemerintahan Belanda dengan gubernur waktu itu Herman Willem Daendels yang berkuasa antara tahun 1808 sampai dengan 1811 M. Awal pembentukan pura pakualaman ini dimaksudkan Belanda untuk memecah belah lingkup keraton kasultanan Yogyakarta yakni dengan mengangkat wakilnya di keraton kasultanan Yogyakarta. Hal tersebut ditentang oleh Sultan Hamengku Buwono II yang saat itu masih bertahta.

Arsitektur Pura Paku Alaman

Puro Paku Alaman ini adalah sebuah istana kecil jika dibandingkan dengan Keraton Yogyakarta. Ini menunjukkan kedudukan kadipaten ini yang walaupun sebagai negara berdaulat sendiri di luar Kesultanan Yogyakarta namun tetap setingkat di bawahnya. Istana ini menghadap ke arah selatan (sekarang Jalan Sultan Agung). Di depannya juga terdapat sebuah tanah lapang kecil, Alun-alun Sewandanan. Masjid Besar Pakualaman terdapat di sebelah barat daya istana. Arsitektur masjid mirip dengan masjid raya kesultanan namun dalam skala lebih kecil dan sederhana. Di dalamnya juga terdapat mimbar dan maksura, tempat khusus untuk Pangeran Paku Alam, seperti yang juga terdapat di masjid raya kesultanan tersebut.

Istana ini diapit oleh jalan umum di sisi utara (Jl. Purwanggan), timur (Jl. Harjono), dan selatan (Jl. Sewandanan). Gerbang istana Paku Alaman terdapat di sisi selatan (gerbang utama) dan sisi utara (sudah ditutup, namun masih ada bekas-bekasnya). Konon dulu istana ini juga dikelilingi benteng baluwerti yang tidak beranjungan. Konon tembok tebal sepanjang dua puluh meter di sisi utara Jalan Sultan Agung sebelah timur pertigaan dengan Jalan Jagalan dipercaya sebagai bekas baluwarti tersebut. Gerbangnya konon terdapat di ujung selatan Jalan Gajah Mada.

Puro Paku Alaman masih menjadi tempat kediaman resmi Sri Paduka Paku Alam IX, yang juga wakil gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagian yang dapat dilihat oleh umum adalah pendapa terdepan yang disebut dengan Bangsal Sewatama. Sementara itu, bagian yang terbuka untuk dimasuki umum hanyalah bagian Museum Puro Pakualaman.

Source Pura Paku Alaman Jogja jogja
Comments
Loading...